Monday, August 24, 2015

Near Death Experience

So around 2 am in the morning I woke up from my sleep feeling terribly painful in my back, shoulder and lower throat. It felt like someone/something had crashed my back so hard and something had blocked the airflow inside my throat so that I couldn't breath properly. Semi-consciously I moved my body left-right while rubbing my back and shoulder but the more I rubbed the more I realized that this is not fine. I difficultly breathed in and out feeling the pressure and pain in my lower throat. Something is going wrong. OMG... Am I dying?

I then walked outside my bedroom, crying to Mom who's already in the kitchen. She gave me a glass of water and made a cup of warm tea while my brother's also awaken and rubbed my back and shoulder with Counterpain. I drank the water, and then sucked the warm tea, and stretched my arms, shoulder, chest, opened them up, made a yoga kind of warming up, and breathed slowly trough my mouth. Inhale and exhale. Subsequently, I had a lot of burping out loud and my throat felt slightly better. No more painful pressure there. 

I couldn't back to sleep afterwards coz I felt like my heart beat so fast, the beat I usually have when I feel nervous to deliver a presentation in front of a big audience. I decided to open my laptop and do browsing until 6 am, then slept for 30 minutes, and went for breakfast consists of rice, animal protein, and vegetable. While eating I reckoned what I have done the days before.....

Two days ago, (Saturday, 22-8-2015)
Was my first day in college. It was a full-day class from 8 am- 5pm. Coming back home I was so tired and my body temp. was little high. I thought I was going to get fever on the next day.

Yesterday, (Sunday, 23-8-2015)
The second day in college. Also a full-day class from 8 am - 5 pm. I had lontong gulai for breakfast which I myself considered as un-nutritious meal. For lunch I only munched on bakwan and bubur kacang hijau which is full of santan (which I threw away that santan and sucked the moong bean only). As for dinner, I had no options but cooked instant noodle coz there was literally nothing to eat at home. No cooked rice, nothing to eat with rice if there's any, and Mom didn't cook somemore coz she had to attend an event outside. So, there the noodle went into my tummy that night. Felt so unpleasantly full. Ugh!

Then I went sleep.... I guess in the wrong position coz the head pillow went a little way down the head so the shoulder and chest position were higher than the head. 

somewhat in position like this but with the underpinning right under my shoulder
Mom told me it could be called as angin buruk, or something I've ever heard as angin duduk, additionally she said that it could possibly lead to death. As for me, on the most negative degree of my self-diagnose, I would call it as a tiny heart attack caused by bad air circulation in my body which effects my heartbeat. OMG... True that my lecturer once said that if you want to have a long live, keep your cardio system a.k.a heart healthy and away from the silent killer called heart attack

OMG... Sounds so scary right? wtf.. One this morning angin buruk or whatever its called is more than enough for me. No more. I still have to finish writing my love story saga, develop it into a book or a movie perhaps (gotta be an Indo-Bollywood blockbuster I guess?!) and of course still many things to achieve and experience lah, like travel the world, performing Haji to Makkah, being rich, get married and #ahem. Hahaha!! Am I insane or what?

Gotta go for a healthier lifestyle and happier heart now.

Eat well, exercise well, move my body well, stay away from asshole smoker and its fucking smoke, sleep well, enjoy my life, and do not let any stress consume my mind.

OK.

Thank you for reading.

Thursday, August 13, 2015

The Toners (Viva Face Tonic)

Hai semua!

Sebagai pemanasan sebelum melanjutkan The Visit Story saga (#eaa #regangkanjari #siapintisu), kali ini aku mau mereview produk toner yang aku pakai untuk membersihkan dan menyegarkan wajah sehari-hari. So, langsung aja ini dia... (semuanya produk buatan dalam negeri lho.. #bangga #cintaprodukIndonesia)



1. Viva Air Mawar
Viva Air Mawar ini bukan termasuk varian toner yaa karena kegunaannya adalah sebagai cairan pelarut lulur atau masker bubuk. Nah, aku sendiri pakai Viva Air Mawar ini untuk melarutkan bubuk peeling buat exfoliate bagian hidung dan t-zone wajah seenggaknya satu minggu sekali (maklum sarangnya whiteheads). Selain buat campuran peeling, sesekali aku pakai air mawar ini untuk menggantikan toner yang udah habis. Aromanya ringan (hampir nggak ke-detect aroma mawarnya) dan setelah diaplikasikan nggak bikin wajah jadi kering. Pernah juga sekali aku tambahin beberapa tetes air mawar ini ke facial-water spray yang aku simpan di kulkas, bau mawarnya jadi berasa banget.

2. Viva Face Tonic Bengkoang
Ini adalah toner harian aku. Pertama kali kenal dan beli toner pembersih muka, ya varian Bengkoang ini. Tau kenapa...? Apalagi kalau bukan karena ada klaim pencerahnya, hehe (tapi sampai sekarang kok kayaknya gitu-gitu aja nih warna kulit?) Aromanya ringan dan sehabis dipakai bikin wajah terasa bersih dan nggak bikin kering.

3. Viva Face Tonic Lemon
Beli ini sekitar 2-3 bulan yang lalu, disaat toner Bengkoang masih ada, karena... lagi jerawatan! Gerah dengan jerawat yang hilang satu tumbuh sekelurahan (bukan cuma face acne, tapi back-acne dan chest-acne juga, hikksss), aku hunting apa aja produk yang mengklaim bisa mengatasi jerawat, salah satunya toner ini. Meski diformulasikan untuk kulit berminyak, toner ini nggak menimbulkan efek dry out di kulitku yang tipe kering-kombinasi. Sehabis mandi dan cuci muka, aku suka aplikasikan toner ini dengan kapas buat membersihkan residu sabun di kulit. Soal jerawatnya... memang sih jerawat nggak langsung lenyap dan mengering dalam satu malam setelah pakai toner ini. Karena aku juga pake produk anti-acne lain, aku rasa toner ini cukup ngebantu lah kinerja produk-produk tersebut buat membersihkan bakteri-bakteri penyubur jerawat di permukaan kulit.

4. Viva Face Tonic Green Tea
Baru 3-4 hari yang lalu ngeliat toner varian green tea ini di department store, langsung deh aku sambar. Selain ekstrak green tea, toner ini juga mengandung tea tree oil yang membantu melawan bakteri penyebab jerawat dan allantoin yang menyejukkan dan melembutkan kulit (ngintip deskripsi dari balik botolnya, hehe). Aromanya, menurutku, kayak wangi syrup obat batuk anak. Baru aku pakai 3-4 kali dan so far so nice. Bikin kulit berasa segar dan nggak bikin kering. Semoga dengan pemakaian rutin bisa efektif buat ngebantu mengatasi jerawat, ya.

5. Viva Face Toner Spirulina
Sebenarnya, toner harian aku tuh yang varian Spirulina ini. Setelah sekian lama dan bosen pake toner Bengkoang, langsung deh aku comot toner Spirulina ini pas pertama kali liat di toko daann aku langsung sukaaa. Eh bentar, apa sih Spirulina itu? Mengutip dari balik kemasan botol, Spirulina itu adalah ganggang biru laut dengan kandungan protein, mineral, dan asam amino terlengkap sebagai nutrisi kulit. Jadi, selain buat membersihkan sisa-sisa kotoran dan susu pembersih di kulit, toner ini juga memberi makan kulit dengan kandungan protein dan mineral-nya. So far cocok bangeet di aku dan nggak bikin kulit kering juga. Masalahnya sih, kadang toner ini suka nggak ada di toko-nya alias out of stock. Botol ini juga baru aku beli minggu lalu. Sebelumnya pas botol terakhir habis, karena stoknya kosong terus, aku jadi balikan sama toner Bengkoang #ciyee.

Toner udah, sekarang ke susu pembersih atau milk cleanser.



Untuk milk cleanser aku pakai Viva Milk Cleanser Spirulina. Dari SMA udah pakai milk cleanser Viva yang varian Bengkoang, pas varian Sprulina keluar aku ganti ke Spirulina. Yang aku suka dari milk cleanser Viva ini teksturnya ringan, melembabkan, dan nggak berminyak blenyek-blenyek gitu. Botol ini udah bertahan beberapa bulanan, mungkin 5-6 bulan karena aku pakainya nggak tiap hari, tergantung suasana hati aja #eaaa paling enggak dua kali seminggu ada lah. Yang rutin aku pakai tiap hari itu toner, bisa sampai tiga kali sehari: bangun tidur, setelah membersihkan muka/mandi sore hari, dan yang wajib itu sebelum tidur.

Yap, sekian review dari aku. Moga bermanfaat dan ngebantu yang lagi galau pilah-pilih toner buat wajah.

Thank you for reading!

Saturday, July 11, 2015

The Visit Story (Bag.5)

Februari - Maret 2013

Ibuku merupakan bungsu dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan dan berprofesi sebagai guru. Kakak pertama Ibuku kupanggil Buk Iza dan yang kedua kupanggil Mama Aida. Mama Aida, yang tinggal di dekat bandara Soekarno Hatta, merupakan wanita yang memiliki pengaruh terbesar kedua dalam hidupku setelah Ibu. Sejak aku melanjutkan kuliah di UI, aku dan Mama menjadi lebih dekat. Kurasa karena ketiga anaknya lelaki semua, Mama sangat sayang padaku. Semasa kuliah, hampir setiap akhir pekan aku pulang ke rumah Mama. Ada dua hal pada Mama yang, setiap aku pulang ke rumahnya, membuatku serasa pulang ke rumah Ibu: suara bersin dan suara mengaji Mama yang mirip dengan Ibu. Maka setiap Mama bersin aku selalu merasa tenang, dan setiap Mama mengaji aku selalu khusyuk mendengarkan.

Tuesday, July 7, 2015

The Visit Story (Bag.4)

Desember 2012

Tanpa kuduga, tiba-tiba Mister Ricky mengabari kalau ia ingin ikut serta dalam trip limabelas hari kami dari Kolkata hingga kembali lagi ke Kolkata. Aku terkejut. Rencana awal adalah kami akan bertemu Mister Ricky setelah sampai di New Delhi; mengucapkan terima kasih atas bantuannya memesankan tiket kereta, ngobrol-ngobrol sambil minum di warung teh chai, lalu mengganti uangnya secara tunai. Namun Mister Ricky keukeuh, ia tidak tega membiarkan kami perempuan hanya berdua saja, pasti butuh orang lokal yang mengerti Bahasa Hindi.

Aku dan Nurul sudah sibuk merangkai alasan untuk menolak keikutsertaannya dalam trip ini. Bukan karena apa-apa, selain merasa tidak enak untuk merepotkan orang lain, alasan utamanya adalah karena ketidakyakinan kami, terutama Nurul, terhadap sosok Mister Ricky ini. Aku sendiri yang hampir setahun belakangan berkawan dan beberapa kali melihat Mister Ricky dari balik layar komputer saja masih yakin-tak yakin akan sosoknya. Apalagi Nurul.

Berbagai pikiran buruk mulai bermunculan di kepala satu demi satu: bagaimana kalau Mister Ricky ini adalah pembunuh berdarah dingin yang berkeliaran mencari mangsa di internet? Bagaimana kalau ia adalah anggota dari sindikat penjual narkoba jaringan internasional? Bagaimana kalau ia adalah suruhan dari agen penjual ginjal di pasar gelap seperti pada film Slumdog Millionaire? Bagaimana kalau ia adalah raja cabul, maniak seks, exhibitionist? Bagaimana kalau ia adalah mantan narapidana, pencuri kelas kakap, tukang begal? Bodohnya... Kenapa baru terpikirkan sekarang....?

Wednesday, June 17, 2015

The Visit Story (Bag.3)

Agustus 2012

Libur panjang semester genap kali ini tidak hanya bertepatan dengan datangnya bulan Ramadhan, namun juga bertepatan dengan jadwal mata kuliah praktikum penyuluhan masyarakat yang akan berlangsung selama tiga bulan. Karena itu, tahun ini aku kembali tidak bisa pulang kampung melaksanakan puasa dan merayakan Idul Fitri di rumah.

S : this month is fasting month for muslim
R : yaa
R : is it ramjan?
S : yaa ramadan
R : yaa
R : u not eat from morning until evening right?
S : yaa
R : and at night ppl pray more in mazjid
S : yaa
S : it looks like u know a lot

Thursday, June 11, 2015

The Visit Story (Bag.2)

April 2012

Seluruh materi yang dibutuhkan untuk tugas presentasiku sudah tersusun rapi. Tigapuluh empat slide, yang terdiri dari informasi tentang letak geografis India, sejarah kemerdekaannya, bentuk dan kepala pemerintahannya, mata uangnya, pariwisatanya, ragam hasil buminya, kesenian, kebudayaan dan sistim pendidikannya, tokoh-tokoh terkenalnya, serta fakta mengenai orang-orangnya yang tersebar di berbagai sektor di seluruh dunia. Aku baru tau ternyata sudah ada enam tokoh dari India yang meraih penghargaan Nobel, salah satunya adalah Mother Teresa yang meraih penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 1979. Mulanya, aku malah mengira Mother Teresa adalah sebuah tokoh dalam cerita religi Nasrani. Ternyata selama ini aku keliru.

Presentasiku mendapat aplaus dari dosen dan teman-teman sekelas. Aku merasa senang bisa menyelesaikan tugas ini dengan baik. Maka itu aku berterima kasih kepada Mister Ricky.