Friday, April 18, 2014

The Birthday Couple

Selamat ulang tahun buat Ibu dan Ayahku tersayang yang ke-49 dan 59 tahun... Pelita kehidupan, sumber kasih sayang dan keridhoan Allah yang tak terputus untuk kehidupanku <3 <3


Semoga Ibu dan Ayah senantiasa berada dalam lindungan dan penjagaan Allah SWT, selalu diberikan kesehatan serta kekuatan untuk badan dan fikirannya, dilimpahkan rizki yang nikmat dan barokah, serta dilancarkan segala hajat dan urusannya. Amien...

PS: Selalu doakan anak-anakmu ya Ibu dan Ayah agar kami menjadi generasi penerus yang ihsan, sukses dalam bidang kami masing-masing, dan selalu tawadhu'. Amien...

Much love.

Thursday, April 3, 2014

Frozen Fever

Just watching the most-watched animation movie in 2013, Frozen, which has successfully left me with fever for the theme song, Let it go...

Tuesday, April 1, 2014

Pengalaman Mengikuti Test TOEFL iBT

Bismillahirrohmanirrohiim

Karena sudah berniat untuk melanjutkan studi pasca-sarjana di Malaysia, skor TOEFL menjadi satu syarat mutlak untuk dimiliki. Umumnya hampir semua universitas di Malaysia mensyaratkan skor TOEFL minimal 550 untuk mode paper-based atau 79-80 untuk mode internet-based. Nah setelah aku ubek-ubek web ets.org/toefl, mode paper-based sudah tidak diujikan lagi di Indonesia. Jadi, sertifikat TOEFL resmi yang dikeluarkan di Indonesia adalah TOEFL iBT semata. So here I go...

Menetapkan Waktu, Lokasi dan Cara Pembayaran
Awal bulan Februari, sepluang dari Malaysia Trip, aku mulai sibuk browsing dan cari-cari cara pendaftaran test TOEFL iBT yang paling efektif dan efisien. Waktu itu aku datang ke lembaga International Testing Service (ITC) di Plaza Sentral Jl. Sudirman yang merupakan salah satu lembaga resmi tempat penyelenggaraan tes TOEFL iBT dan juga melayani pembelian voucher test-nya. Di sana dijelaskan kalau biaya resmi untuk mengikuti test TOEFL iBT adalah 175 US Dollar, dikalikan kurs yang waktu itu 12ribu sekian jadinya 2,2 juta Rupiah *menangisss.....*

Setelah menghitung-hitung tanggal, hari, dan bulan baik, akhir bulan Februari aku beranikan diri untuk daftar ikut test TOEFL iBT. Aku kembali mengontak ITC, ternyata harga voucher test-nya masih sama, 2,2 juta rupiah, padahal kurs USD saat itu sudah turun menjadi sekitar Rp. 11.600-an. Akhirnya aku putuskan saja untuk daftar mandiri di situs ets.org/toefl, lalu minta tolong Abang sepupuku untuk bantu bayar online dengan kartu kreditnya, kemudian nanti akan aku transfer sesuai dengan total pembayaran. Alhamdulillah selain dibantu bayar dengan kartu kredit Abang, Mama-nya Abang (kakak perempuan Ibuku) juga turut menyumbang separuh dari biaya test yang totalnya Rp. 2.073.099. Alhamdulillah... Thanks buat Mama dan Abang *hugs*

Aku memilih hari Sabtu/22 Maret sebagai tanggal test dan Kaplan Edupac di WTC Jl. Sudirman sebagai lokasi test dengan pertimbangan tempatnya paling mudah dijangkau serta pilihan lokasi test lainnya mayoritas berada jauh di daerah Jakarta Utara. Satu minggu sebelum hari-H, tepatnya Sabtu/15 Maret, aku datang untuk mengecek lokasi test yang terletak di Gedung WTC lantai 10 itu.

Setelah itu... 
Aku memiliki waktu sekitar 20 hari untuk benar-benar mempersiapkan diri mempelajari materi TOEFL iBT secara mandiri. Maka, karena mayoritas kursus persiapan TOEFL iBT sangat mahal dan tidak tersedia di banyak tempat, aku mendownload materi dan contoh-contoh soal dari internet dan mempelajarinya sendiri. Kuakui, effort-ku saat itu kurang maksimal karena dalam 20 hari tersebut ada beberapa hal yang membebani pikiran, termasuk deal dengan sebuah tawaran pekerjaan yang membuatku tidak tidur memikirkannya dan akhirnya dengan terpaksa... aku tolak. Jadi saranku, lepaskanlah beban pikiran terlebih dahulu saat mempersiapkan test TOEFL ini. Stay focus dan konsentrasi pada tujuan: nilai yang setinggi-tingginya.

About The Test: Persiapan, On The Spot dan Tips
Okeh, untuk masing-masing bagian dalam test TOEFL iBT ada baiknya aku jelaskan satu per-satu:

1. Reading
Sesi ini terdiri dari 3 artikel yang panjaaaang sekali dan  masing-masing artikel memiliki 14-16 pertanyaan. Total waktu untuk sesi Reading adalah 60 menit, berarti sekitar 20 menit untuk setiap artikel. Kita bisa melongkap jawaban yang dirasa sulit dan kembali mengoreksinya kalau waktu masih tersedia.
Persiapan: Aku mendownload contoh soal TOEFL Preparation dari ETS, aku print, trus aku kerjakan dengan mengeset stopwatch 20 menit. Hasilnya dari beberapa kali trial: paling banyak hanya betul setengah dari jumlah soal, waktu 20 menit aku rasa sangat kurang... dan akhirnya... aku jadi malas melanjutkan latihan ini... *jangan ditiru*
On the spot: Di sesi pertama test ini jantung masih berdegup kencang dan aku terus saja melirik pada stopwach yang tertera di layar. Aku coba fokus membaca paragraf demi paragraf artikel dan menjawab soal-soalnya. Untuk dua artikel pertama, aku kerjakan dengan membacanya sampai habis lalu menjawab soal-soalnya. Namun untuk artikel terakhir, waktunya tinggal 17 menit. Aku mulai ngawur dan meng-skimming satu per-satu paragraf lalu lompat ke pertanyaan. Mana ada pertanyaan di artikel kedua yang belum dijawab... duh... Waktu tinggal 48 detik, aku kembali ke pertanyaan yang tadi ditinggalkan, baca lagi paragrafnya, lalu mengklik jawabannya... Klik. Waktupun habis, layar komputer berganti. Fiuhh... Terus terang diantara semua sesi, aku paling pesimis dengan sesi Reading ini :'(
Tips: Latihan, latihan, latihan! Be curious tentang topik bacaannya. Simulasikan diri dengan mengerjakan soal-soal Reading dengan waktu 20 menit per artikel dan temukan gaya pengerjaanmu yang paling efektif, apakah dengan membaca seluruh artikel sampai habis, ataukah dengan meng-skimming.

2. Listening
Sesi ini terdiri dari 2 sampai 3 percakapan antara dua orang (antara sesama teman kuliah, antara dosen dengan mahasiswanya) dan 4 sampai 6 ceramah (lecturer) dari seorang dosen. Masing-masing percakapan dan ceramah memiliki 5-6 pertanyaan, total pertanyaannya aku nggak menghitung sih.
Persiapan: Sama seperti sesi Reading diatas, aku mendowload contoh-contoh soal dan berlatih dengan mendengarkan audio percakapan dan lecturer secara online.
On the spot: Aku sangat menikmati setiap audio yang diujikan karena suaranya sangat jelas dan intonasinya sedang. Tidak seperti sesi Listening pada 2 kali test TOEFL ITP yang pernah kuikuti sebelumnya (tahun 2011 dan 2013), dimana nilaiku selalu rendah pada sesi ini. Pembelaanku saat itu: audionya (kasetnya) nggak jelas karena menggunakan satu tape sentral dan ngomongnya terlalu cepat. Untuk test iBT ini, masing-masing peserta memakai headset yang bisa disesuaikan volumenya serta disediakan kertas dan pinsil untuk mencatat poin-poin penting percakapan. Percakapannya nggak bisa diulangi lagi, dan jawabannya nggak bisa dikoreksi atau direview kembali seperti sesi Reading. Aku cukup senang dengan kualitas audio-nya, tapi sebenarnya nggak begitu yakin dengan jawaban-jawaban yang kuberikan :'(
Tips: Latihan, latihan, latihan! Untuk kontennya sendiri, latih dirimu untuk  memahami sinonim atau frase-frase English, contohnya: What does the speaker mean by saying "He is really on the ball". Trus juga latihlah kemampuanmu buat mendengarkan ceramah/percakapan sambil mencatat poin-poin penting atau ide dari perkataan seseorang. Memang sih nggak mudah, tapi seenggaknya latihan akan membuat kamu familiar dengan bagian ini.

BREAK

Usai sesi Listening kita diberi waktu break selama 10 menit. Waktu break setiap orang berbeda-beda, tergantung kecepatannya menyelesaikan soal-soal dan apakah dia men-skip sesi direction di komputernya. Saranku sih, sesi penjelasan direction jangan di-skip, hitung-hitung memberi waktu sejenak untuk bernapas.

Waktu break aku manfaatkan dengan minum, makan roti, lalu ke toilet. Sebenarnya di ruang break ada satu kotak Dunkin Donats, tapi terletak begitu aja, nggak ada yang nawarin dan nggak ada yang inisiatif nanyain pula, pada segan kali ya... Yasudah akhirnya donat-donat gemuk itupun pada diliatin aja oleh para peserta, hehehe... Oh iya, waktu itu peserta test ada 14 orang dan sebagian besar adalah adek-adek Chinese yang aku perkirakan murid kelas 3 SMA dan pada ngobrol pake Bahasa Mandarin. Aku juga sempat ngobrol dengan seorang mbak-mbak berjilbab dari IPB yang katanya ingin melanjutkan studi ke Jepang.

3. Speaking
Sesi ini terdiri dari 6 pertanyaan: 2 pertanyaan umum, 4 pertanyaan yang meminta kamu merangkum/menjelaskan kembali sebuah teks, percakapan, sesi lecturer, dan campurannya.
Persiapan: Aku mendownload program audacity untuk merekam sendiri suaraku dan mendengarkan kembali hasilnya, apakah pengucapannya jelas, intonasinya terlalu cepat, dlsb. Aku pelajari tipe soalnya, dan mengkondisikan diriku untuk menjawabnya secara lisan dengan waktu yang dibatasi.
On the spot: Karena pernah bercita-cita jadi English news anchor, aku cukup enjoy dengan sesi ini, tapi yah gitu deh... Ada beberapa bagian dimana aku banyak "eee..." dan mengulangi kata yang diucapkan.
Tips: Latihlah dirimu buat speaking English dengan intonasi moderate dan pengucapan yang benar, mudah dipahami, dan nggak perlu spesifik menirukan aksen tertentu karena masing-masing orang punya ciri khas aksen/dialek tersendiri. Rekam suaramu dan dengarkan kembali, kalau perlu minta orang lain untuk mendengarkan, apakah bisa dipahami atau tidak. Trus latihan buat spontan merespon pertanyaan sehari-hari dengan Bahasa Inggris, contohnya: What did you cook yesterday?; Where will you go today?; atau Tell us how did you meet your best friend?

4. Writing
Ada 2 essay yang harus ditulis pada sesi Writing ini, yaitu integrated writing dan independent writing. Pada integrated writing kita akan menulis essay berdasarkan gabungan antara sebuah narasi dan sebuah percakapan/lecturer, sementara pada independent writing kita menulis essay mengenai pendapat kita terhadap sebuah topik tertentu.
Persiapan: Aku mendownload ragam model essay iBT dengan skor tertinggi kemudian menganalisa polanya. Trus aku menonton video di youtube tentang cara mengerjakan Writing di TOEFL iBT. Video yang aku temukan ini sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman kita tentang sesi Writing sehingga kita jadi ada guideline untuk menulis essay agar jadi lebih terstruktur dan nggak nge-blank. Sayangnya aku menemukan learning video ini hanya beberapa hari sebelum hari-H pelaksanaan test, jadi nggak sempat menonton semua materi untuk TOEFL iBT :'(


On the spot: Aku mengerjakan kedua essay dengan cukup lancar, tapi ya gitu deh... Karena struktur essay itu menggambarkan pola berpikir penulisnya, aku yang agak lemot untuk mentranslasikan pemikiran menjadi tulisan ini jadi menghabiskan banyak waktu di bagian awal. Ditambah lagi... Mas-mas disebelah pake melirik-lirik ke layar komputerku segala, yang hanya dibatasi dengan sekat kaca bening transparan seperti di warnet. Konsentrasiku jadi buyar... Bagaimana ini... f$@#!&*#*@!. Akhirnya kubalas aja dia dengan melirik balik dengan tatapan nanar emosi "apa loe liat-liat?!"
Tips: Latihan, latihan, latihan! Menulis adalah menyampaikan isi pikiran kita, jadi berlatihlah untuk berpikir runut, terstruktur, salin ke dalam bentuk essay, dan jangan lupa sampaikan satu gagasan utama di setiap paragrafnya. Ambil beberapa contoh soal dan buatlah essaynya, kembangkan dengan penggunaan vocabulary yang beragam, grammar yang tepat, dan kata penghubung yang sesuai tempatnya.

10 hari kemudian...
Tepatnya hari ini, 1 April, sesuai jadwal pengumuman hasil test yang disampaikan di web ETS, aku membuka email dan menemukan inbox dari ETS kalau hasil test tanggal 22 Maret kemarin sudah tersedia dan bisa dilihat di account masing-masing. DEG! Aku takut dan pasrah, harap-harap cemas karena sama sekali nggak ada bayangan tentang performaku kemarin. Selama 10 hari ini aku mengira-ngira.. apakah dapat mencapai 80, atau hanya setengah dari 120, yaitu 60... bisa jadi 92... atau jangan-jangan melampaui angka 100...?

Aku buka hasilnya pelan-pelan, dan menutup layar dengan tanganku... WHATT!?!? 79!


Aku sempat bingung mau bereaksi seperti apa. Aku buka lagi tabel konversi nilai TOEFL dan persyaratan minimum untuk apply di universitas dan beasiswa... Fiuuh... Alhamdulillah... Skor 79 berarti sekitar 550 dalam skala paper-based dan sekitar 6,5 dalam skala IELTS.. Aku bernapas lega... tapi.. yah... itulah hasilnya.

source: Google

Ada sedikit sedih juga sich karena skornya tepat sekali di batas nilai minimum, tapi aku sadar bahwa itulah nilai dari usahaku and I deserve it! Semoga angka 79 ini membawa berkah untuk apply di universitas nanti. Aamiieen... Oh iya, menurut web, sertifikatnya akan dikirim ke alamat masing-masing dan memakan waktu sekitar 4 sampai 6 minggu untuk sampai karena dikirim langsung dari USA.

Kesimpulan:
Bagi teman-teman yang ingin mengikuti test TOEFL iBT, persiapkan dirimu sebaik-baiknya. Latihan, latihan, latihan! Practice, practice, practice! Belajar dari situs-situs seperti Engvid.com, englishclub.com, hotcourses.co.id, youtube, dlsb. If I can, you also can! Just believe in yourself dan jangan lupa berdoa tentunya. Good luck!

Tuesday, March 25, 2014

Aku & Presiden BJ Habibie

Hari Sabtu yang lalu aku nonton TV One yang mewawancarai Pak BJ Habibie secara ekslusif terkait hilangnya Malaysian Airlines MH370. Pak Habibie dengan semangatnya yang khas menjelaskan teori tentang pesawat terbang serta analisisnya terhadap kemungkinan yang terjadi pada MH370 yang saat itu sudah 14 hari menghilang namun belum ditemukan (yang akhirnya kemarin malam PM Malaysia secara resmi menyampaikan bahwa penerbangan MH370 berakhir di Samudera Hindia bagian selatan. Innalillahi wa innalillahi rojiun... Al Fatihah).

Aku sudah mengenal nama Pak BJ Habibie dari SD sebagai Presiden RI ketiga yang menggantikan Presiden Soeharto. Namun menginjak SMA, aku mulai mengenal Pak Habibie sebagai seorang ilmuan ahli pesawat terbang. Aku ingat sekali guru fisika di SMA-ku pernah menjelaskan bahwa Pak Habibie adalah penemu sebuah teorema fisika tentang sayap pesawat terbang yang kemudian diabadikan dengan namanya. Waah... aku jadi semakin kagum dan mengidolakannya.

*******

Hari ini aku mengunjungi Toko Buku Gramedia. Hanya ingin liat-liat aja, nggak ada niat beli apa-apa secara ekonomi lagi labil, yang mengakibatkan kontroversi hati kepada konspirasi kemakmuran *apasih*

Eh... tapi ngeliat Tabloid Nova covernya Dude Herlino dan Alyssa... akhirnya jadi beli deh... harganya Rp 6.000. Setelah bayar di kasir, aku melihat sebuah buku dengan gambar Pak Habibie mengenakan topi. Kayaknya buku baru nih.. Aku jadi tertarik dan membolak-balik halamannya terus membaca skimming selama lebih kurang 10 menit. Kulihat harganya, Rp 86.000. Hmm... Beli nggak yah...? Ekonomi lagi labil gini... tapi... Ah.. Beli deh! Sebagai pengingat buat terus semangat.

Pak Habibie, Presiden Indonesia kesayangan dan kebanggaanku

Sampai di kosan buku yang berisi gagasan (atau wejangan) Eyang Pak Habibie untuk generasi penerus bangsa ini langsung kulahap sampai habis. Selepas membacanya, batin jadi terasa semakin tenang dan semangat untuk melanjutkan pendidikan. Ada dua gagasan Pak Habibie yang sangat mengena bagiku, yaitu tentang pentingnya pendidikan dan peran seorang ibu (perempuan) dalam membentuk karakter anak-anaknya sebagai generasi penerus bangsa. Dan menurutku, buku ini sepantasnya wajib jadi bahan bacaan untuk anak-anak SMA dan mahasiswa saat ini supaya nggak tersesat di arus globalisasi, matrealisme, hedonisme, dan euforia sosial media.



******
Sekitar dua tahun yang lalu, di timeline Facebook, seorang temanku mengupload foto dirinya lagi bersalaman dengan Pak Habibie di sebuah acara. Aku iriii sekali melihatnya sampai pengen nangis! *lebay*. Ah... Ingin deh... sekali aja, ketemu dengan mantan Presiden RI yang paling kubanggakan ini buat foto dan tanda tangan buku-ku. List tokoh-tokoh yang aku ingin ketemu dan berfoto bareng jadi bertambah satu:
- Andrea Hirata --> penulis
- Bara Pattiradjawane --> chef
- Shah Rukh Khan --> aktor
- Saina Nehwal --> atlit badminton
- Diana Rikasari --> blogger
- Pak BJ Habibie --> presiden Indonesia ketiga, ilmuwan

Semoga satu persatu bisa segera tercapai. Amieen...

Tuesday, March 18, 2014

New Blog's Layout

Assalamualaikum guys...
I just changed my blog's layout (again...). Hope it looks nice and more cheerful :)

Btw the list of blogs I subscribe cannot be displayed... I wonder if there is something wrong in my HTML or blogger's gadget setting... Any idea guys?? If there is any, kindly leave comment below ^__^

Oh yaa... I am gonna take an iBT TOEFL Test on Saturday (22/03). Wish me get a high score guys :)

Thursday, March 13, 2014

OMG...

Checked my email this morning and I found that someone very very far away is in need for my assistance... hehehe...


Just kidding... It is just a part of my spam actually...

And also guys... Always beware of spamming messages on FB. I give you an example based on what I found in my FB inbox several month ago:


PLEASE!!!! Don't be GE-ER instantly after reading this kind of message. This is pure SPAM and one of the common mode in FB. That time I checked on the so-called US troop's FB page and I frankly said that it seemed pretty reliable. Surprisingly enough, I also had 1 mutual friend with him: my high-school female teacher. So, I decided to reply this innocent way:


Soon after... I got this heart-warming life story of the troop...


I couldn't help myself not to laugh... But really... this is just pure spam and pretty common in FB.

I checked my inbox again after couple days and I couldn't see the troop's FB page (the user name is supposed to be in blue, now it is in black so that I couldn't open the page. The profile picture had been changed somemore).

So guys... Always be aware of spamming. It can be funny or heart-warming sometimes but still, it is just a SPAM.

Have a nice day!

Monday, March 10, 2014

Week's Update

Hi guys... I am coming with update from the past 1 week. You know, I am subscribing to a video blog (vlog)- itsjudyslife-a beautiful family that posts their life activities daily on youtube. On 7 March, Judy just gave birth to twin baby gurls! It is such a wonderful experience to watch every single episode of itsjudyslife. I learn so many things that are barely taught in school or college; about being generous, honest, humble, healthy, expressing your thought and feeling in honest way: laughing out loudly, tearing up shamelessly, being care to parents, family and friends, loving your other half wholeheartedly, educating kids, and most importantly cherishing (and documenting) every moment in life.



And lastly, I am so saddened by the incident of Malaysian Airlines last Saturday. May Allah lead the way to immediately locate and save the jet and the passengers. Ameen.

Thursday, March 6, 2014

A Trip That Made Up My Mind

It is my Malaysia trip along with my parents. I initially had no idea what would it bring until the memorable 4D3N I spent with them really made me wanna take a U-turn in my life's direction.

After graduating, I thought that getting a job in a multinational company, working my ass from 9 to 5, having a high salary, commuting myself to the heart of the capital would be cool. So, I just like ignored my educational background and started looking for a job that offers high salary. What did I get? Some experiences interviewed by foreign people... but I always ended up rejected. Well, I got accepted in some but it didn't last long. I also enrolled in government job's exam but still my luck is not there.

So, during the Malaysia trip with my parents, I got some break from seeking for job which made me getting closer to them. I am so happy to see how excited my parents waved at me on the arrival's gate at LCCT Kuala Lumpur. I am so glad seeing how happy my dad taking pictures with his old Nokia mobile phone in every spot we visited. I am so delighted to see my mom passionately hopping from one shop to another along with my aunty and purchasing some beautiful fabrics. Most of all, I am so touchy with the nice moment I had with mom at night. After being so tired of walking and shopping a whole day, we still couldn't sleep early at night. We just lying in bed and talking about this and that. She was the one that dominated the conversation while I being kind-hearted listener. I could clearly see that this is that she really missed since I left home for studying in UI. I didn't come home regularly, even sometime I didn't celebrated Idul Fitri in hometown. It makes her didn't get a good company and quality time with her daughters anymore. No one at home to comment about her new outfit. No one will help her cooking in kitchen.

Immediately, just in 1 second, I was like waking up. I realized how I became so far with my parents lately. I became a very selfish bird who forgot the nest. I was so busy to be cool, to pursue so-called status as a working lady. I totally forgot where I am coming from, my root. I totally forgot the joy of being next to mom, talking each other, going out together, visiting market, spending day in kitchen and cooking together.

Right after the trip, I feel my life in this capital become so flat, even so misery. Just staying here alone, still getting no job, and doing nothing by myself while I could actually do something if I were next to her. I really want to go back home but I realize that I still have nothing to stand by myself, I mean, the good asset to live my life. I realize that it wouldn't be bunch of money to start a business, regardless the fact that I have never been good in business.

It is the education. I believe that education is a bridge that may carry me to hometown with the biggest chance of being teacher in my discipline. So here I am, setting up my direction to continue my postgrad study. I have been learning the route for the university admission and all stuffs about scholarship for the past few weeks... So... wish me all the best to get there!

Mots of all, I am very thankful to Allah for opening my heart to go towards this way, to be back for my parents. He is the One that holding each and every heart, giving hidayah to everyone He desired. Now I am feeling so peaceful in this path which I know will not be easy, but I always pray to Allah to keep me in this track for always devoted to my parents. Guide me in Your way, Allah. Please show me the way, ease it, and give me strength to go through it. Amien.

Thursday, February 27, 2014

Swollen Eye

I have been wearing glasses for the past three days bcoz my left eye got swollen :"(

I still have no idea what's the cause, but I guess it's starting to get swollen after I cried on Monday evening, hiks...
Alhamdulillah, it's about to be better now :)





Fiuh... What A Relief

After 2 months without certainty about the result of my government job's exam, finally I got it answered this morning.

And I...
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
... didn't pass. Hehehe...

Feeling a bit sad, that's normal. But beyond that sadness I feel such a big relief. Now, I am getting more spiritful to continue my study in Malaysia, something that I had hated before, to take master study. Forgive me ya Allah... Bcoz I once ever hated the idea of continuing education... If my sister read this, I am sure that she would say "Oh... yeah... Once you hate it, now you got to pursue it. That's your karma"

Saturday, February 22, 2014

iPhoto Booth

Hi guys..!!

I visited Perpustakaan Pusat UI (UI's Central Library) today and had some random fun with the awesome Mac computer. You know, all the computers at UI's library are Mac, product of Apple. So.. As a Windows user, I embraced myself to have self-pose with the various effects on iPhoto Booth app, hihihi...







*UPDATE*
Due some reasons, I have removed some pictures with unpleasant effects. Thanks!

Friday, February 21, 2014

New Header

Just changing main header of the blog... fiuh... It took lots of trial and error to adjust the pixel's wide.
Here it goes for now. Hope it doesn't look too bad.

*UPDATE*
New header is pretty much fixed now. It's the same picture with my facebook's cover photo: the beach of Sikuai Island, Mentawai - West Sumatera. But here, it is simply called siti land, hehehe...

I am So Bored

Don't know what to post... and too lazy to write down about myself too.

So here is what I can do, editing pictures and I eventually found out the lack of my photoshop skills.


But here is a bit.. I am heading my drive to continue my graduate school in Malaysia. I wanna take a master in education. Wish me all the best, Ok. Love you!

*UPDATE*
I just changed the blog's layout... And gonna change the main header soon also.

Without You

I am in love with this song


Wednesday, February 19, 2014

Subscribing a New Blog

Hi guys. I just updated my blog subscription. Now I am following a blog of a cutie Malaysian gurl, Fatin Liyana. I accidentally stumbled upon her blog yesterday and I instantly love it. She is so comel (cute in Bahasa Melayu) and I guess she is one of the femez Malaysian blogger. I am also in love with the way she mix and matching her outfit, so fresh and so Malaysian.

Just read this post on hers.

 http://honeykoyuki.blogspot.com/

Sunday, February 16, 2014

Like Wanna Dance

Good morning!

Feel like wanna dance this morning with Chammak Challo


Saturday, February 15, 2014

What I Learn From My Malaysia Trip

Mengunjungi negeri serumpunnya Indonesia, Malaysia, memberikan kesan tersendiri bagiku. Melihat pesatnya pembangunan, majunya sistem transpotasi umum, hingga variasi etnis penduduknya, tidak salah jika tagline Malaysia Truely Asia disematkan pada Malaysia. Here is what I learn from My Malaysia trip with my parents:

  • Sistem transportasi publik yang maju adalah kunci untuk mengurangi kemacetan. Aku salut dengan pemerintah Malaysia yang berkomitmen tinggi dalam mengembangkan transportasi publiknya, seperti Monorail di Kuala Lumpur yang dibangun untuk menghubungkan setiap wilayah dengan cepat dan efisien. Kebetulan saat aku berkunjung, di daerah Bukit Bintang sedang diadakan pembangunan jalur monorail yang menutup sebagian jalan raya, namun apa yang dimaklumatkan pemerintahnya lewat board ini benar-benar membuatku terharu... hiks...
kapan ya pemerintah kita benar-benar membangun buat masa depan rakyatnya... 

  • Malaysia is the melting pot of Asia, I can undoubtedly say this. Semua ragam etnis Asia ada di Malaysia. Sebut saja etnis dari 2 bangsa besar Asia, China dan India, yang bekerja pada sektor apapun di Malaysia, dari yang paling kecil hingga yang paling top, dari cleaning service bandara hingga bos besar seperti Tony Fernades.
(source)

  • Walapun banyak kosa kata dalam Bahasa Melayu yang menurutku lucu dan aneh, namun di Malaysia Bahasa Inggris lebih terpakai dan lebih familiar daripada di Indonesia.
Bas Persiaran = Bus Pariwisata
  • Karena trip kali ini bersama dengan ortu, aku jadi lebih dekat sama ortu karena memang aku nggak tinggal di rumah. Aku jadi lebih tau kalau sekarang daddy-ku porsi makannya nggak banyak-banyak amat, nggak seperti kebanyakan laki-laki yang porsi makannya kuli.
My dad makan seporsi nasi lemak aja aku bantuin...
  • Oh iya, orang Malaysia pencinta lagu-lagu Indonesia lho. Soundtrack sinetronnya aja lagu Afghan dan lagunya Geisha yang Lumpuhkan Ingatanku. Lagu yang diputar di pasar-pasar juga lagunya Wali, Ungu, Cakra Khan, Govinda, BCL, dll.
  • Apa lagi yah... Hhmmm... Sepulang dari Malaysia Trip... hhmm... sepertinya aku dapat wangsit buat sekolah lagi deh... dan kali ini ingin sekali ngambil  di Malaysia. Daoakan yah, readers..!!!

Tuesday, February 11, 2014

Malaysia Trip: Part 3

Continuation from here

(1 Februari 2014)
Hari ini adalah hari efektif terakhir di Kuala Lumpur yang berdasarkan rencana awal, kami ingin naik ke Skybridge Petronas Twin Tower. Namun karena kaki yang sudah cenat-cenut dan mengingat untuk naik ke Skybridge itu harus mengantri tiket mulai dari jam 6 subuh (menurut banyak cerita2 di blog), rencana tersebut kami urungkan dan sehabis subuh kami kembali melanjutkan tidur. Zzzzzzz....

bagun tidur sarapan ini... :) :)

Sebenarnya mommy dan aunty punya rencana lain, yaitu ziarah ke makam kakek mereka yang terletak di daerah Kajang, sekitar 30 menit dari Kuala Lumpur. Jadi ceritanya begini, aunty dan mommy adalah saudara sepupu kandung: ibunya mommy-ku kakak-beradik dengan ayahnya aunty. Konon, sang kakek dari mommy dan aunty tersebut adalah seorang Buya (seperti ulama gitu) yang mempunyai banyak isteri (kalo nggak salah ada tiga isteri). Nah, nenek dari mommy dan aunty ku ini adalah isteri ke-tiga yang waktu itu tinggal di Sumatera. Sementara itu, sang kekek buyutku tersebut juga memiliki isteri atau keluarga di Malaysia yang ia tinggali hingga akhir hayatnya (semoga nggak membingungkan ya...)

Dari hari pertama di KL kami sudah mencoba menghubungi sanak famili yang tinggal di Malaysia tersebut tapi nggak nyambung-nyambung, entah kami dapat nomor yang salah atau bagaimana. Kemudian seorang aunty yang ada di Jakarta coba melacak nomornya, eh ternyata sanak famili tersebut lagi ada di Sumatera... Ya sudah deh... Niatan mau ziarah ke makam kakek buyut jadi urung terlaksana... Akhirnya hari ini kami memutuskan untuk jalan lagi ke daerah Masjid Jamek, Pasar India, trus ujung-ujungnya tiba di KLCC, hehehe...

Kali ini kami jalan lebih santai dan aunty kembali ngajak ke Haniffa, karena katanya kemarin kita belum naik sampai ke lantai lima. Ya sudah kita naik dong dan ternyata Haniffa memang one stop shopping centre banget!! Di lantai dua sampai lima terdapat toko sabun, shampo, bedak, perhiasan, jam tangan, baju sari, tas, koper, buku tulis, alat-alat masak, lampu-lampu, handphone, peralatan bangunan, elektronik, dan semuanya rameeee banget!!!! Nggak ada bagian yang sepi, terlebih di toko perhiasan dan handphone. Aku sampai heran ini ada apa kok rame banget orang mengelilingi meja kaca panjang seperti ada orasi tukang parfum keliling, eh taunya itu meja display HP!

ready to go with Metro!!!

whatttt??!!!! I found my love in the super store!!!

selfie dulu deh... mumpung ada posternya jangan disia-siakan, hehehe...

Habis dari Haniffa kami lanjut jalan ke pasar, liat-liat kerudung Malaysia. Aku pribadi memang suka dengan style kerudung Malaysia yang simple tapi berkarakter. Sekali liat pasti kita udah tau, oh ini kerudung Malaysia nih. Setelah liat-liat di beberapa toko, akhirnya aku membeli satu kerudung seharga RM 20. Cukup mahal nih apalagi kurs Rupiah memang lagi turun banget, tapi apa daya, di Indonesia nggak ada yang jual. Sementara itu mommy dan aunty-ku nyangkut di toko kain Jakel yang super gede dan berlantai lima! Dari kliping yang ditempel di kaca luar toko disebutkan kalau Jakel ini termasuk toko kain dan karpet paling tersohor di seantero Malaysia. Nggak salah juga sih kayaknya, karena yang belanja di sini memang keliatan banget seperti nyonya-nyonya besar yang kalau keluar toko jalannya melenggang santai, tapi di belakangnya... diikuti tiga sampai lima orang karyawan toko yang ngangkatin kantong belanjaan besar-besar berwarna oranye.

salah satu toko Jakel Karpet

Sementara itu mommy dan aunty kok lamaaaa banget di dalam sana sampai-sampai daddy-ku ketiduran nungguin di lantai bawah. Akupun menyusul naik lift ke atas dan memang benar toko kain ini besar sekali dan kainnya cantik-cantik. Karyawannya rata-rata cakep-cakep, megenakan baju seragam warna cokelat, yang perempuan memakai kerudung putih, dan semuanya ramah-ramah. Aku mememukan mommy dan aunty lagi asyik tawar-menawar kain di lantai lima lalu ikut ngintilin juga, hehehe... Ternyata tadi, mommy dan aunty kenalan dengan seorang karyawan Jakel orang Indonesia, asli Minang.

shopping at Jakel 

Ia sudah tinggal di Malaysia selama 21 tahun, lulusan dari Akuntansi Universitas Andalas. Frustasi belum dapat kerja sehabis kuliah, ia ditawari oleh saudaranya yang tinggal di Malaysia untuk merantau dan cari kerja di KL. Sampai di KL ia menjadi karyawan di perusahaan apaa gitu, tapi gajinya gede banget, kalau dirupiahkan waktu itu hampir 5 juta per bulan! Ia lalu menikah dengan pria asal Pakistan, lalu mengandung, dan keluar dari perusahaan tersebut karena sering bolos karena hamil berat. Setelah melahirkan barulah ia mulai bekerja di Jakel.

Mommy-ku tanya, berapa gajinya di Jakel. Ia jawab, untuk gaji pokok itu sebesar RM 1700, namun belum termasuk uang harian, tunjangan-tunjangan lain, dan kalo pelanggan yang kita tangani belanja sampai RM 100 dapat lagi bonus 10% (silahkan dihitung sendiri dengan kurs Rp 3600). Aku langsung ternganga WHATT!!! Nggak heran banyak banget orang yang ingin mengadu peruntungan di Malaysia, nggak hanya orang Indonesia aja, tapi orang India dan Asia Tenggara lainnya juga beramai-ramai datang untuk bekerja di sini. Di hotel tempat aunty-ku menginap saja waktu minta menyalakan TV karyawan cewenya nggak bisa bahasa Melayu, hanya bisa bahasa Inggris. Eh ternyata ia karyawan baru asal Vietnam atau Thailand gitu.

Sehabis belanja-belanji kami jalan ke Masjid Jamek. Makan, sholat, dan istirahat sebentar, lalu naik metro ke KLCC. Seperti biasa kalo sudah di mall palingan windows shopping, trus keluar dan foto lagi dengan Menara Kembar, duduk-duduk di taman KLCC sambil ngeliatin orang-orang piknik dan jogging di taman, trus mikir-mikir... di Jakarta kok nggak ada taman yang nyaman kayak gini yah... iri banget...

happy faces after shopping ^-^


makan siang



ini aku yang photo

trus minta tolong buat difotoin berempat, tapi kenapa jadinya berlimaaa... -_-

Hari mulai gelap dan kami foto lagi dengan menara kembar yang berlampu, tapi sayang karena baterai sudah low dan setelan kameranya kurang pas, fotonya jadi blurd semua, heheheh....

take 1: lumayan nih.. tapi... sepertinya ada penampakan Lord Voldemort lol

take 2:  blur, tangan masih gemeteran

take 3: nah.. ini lumayan deh...

take 4: minta tolong sama abang2 Chinese, blurrd 

take 5: masih dengan abang2 yang sama, semakin blurrdd

take 6: kamera disetel ulang, masih blurd jugaa

take 7: lumayan cakep.... eh tapi... itu di sebelah kanan ada tangan siapaaa??? 

Tepat jam 8 kami menonton atraksi air mancur menari di KLCC yang keren bangeeeettt. Semburan air mancur yang berwarna-warni karena lampu laser ini menari-nari mengikuti musik orkestra yang dimainkan seperti di film-film Disney. Orang-orang tumpah ruah menonton sambil merekam video dan foto-foto. Aku sendiri yang awalnya hanya niat foto-foto saat melihat air mancur belum sadar kalau inilah dia fountain show yang kubaca di internet kemarin, saat mendengar musiknya langsung memutar video mode di kamera dan merekamnya. Ntar kalo sempat kucoba upload di youtube deh.

Setelah pertunjukan air mancur selesai, kami kembali pulang dengan menaiki Bus GO KL yang gratis. Sempat kutanya ke supirnya apakah bus ini lewat Bukit Bintang atau tidak tapi jawabannya rada nggak jelas gitu, untung ada beberapa orang di bus yang memberitahu. Sampai di Bukit Bintang kami berpisah dengan aunty yang akan naik monorail ke Titiwangsa, lalu kami menuju ke hotel dan membeli KFC sebagai bekal makan malam di hotel. Setelah makan malam, kami mulai packing karena besok siang akan kembali ke tanah air.

(2 Februari 2014)
Setelah packing beres kami sarapan lalu check out dari hotel. Resepsionis berpesan kalo kembali ke KL jangan lupa nginap di sini kagi ya. Aku jawab, yes definitely!

Dari hotel kami berjalan ke stasiun Bukit Bintang untuk naik monorail ke KL Sentral. Setiba di KL Sentral kami naik bus Aero Bus berwarna kuning menuju LCCT yang ongkosnya RM 10 per orang. Aku kaget, kemarin dari LCCT ke KL Sentral cuma RM 8. Trus abangnya bilang, ya memang begitu kalo dari KL Sentral ke LCCT harganya RM 10, sambil memperlihatkan karcisnya.

Sampai di LCCT kami keliling-keliling dulu, makan di restoran Taste of Asia, kemudian check in. Saat akan boarding kami  menghadapi sedikit  masalah karena ternyata sekarang ada prosedur verifikasi dokumen, jadi untuk dapat boarding, boarding pass kita harus distempel dulu. Setelah kembali dari meja verifikasi, aku dan mommy sudah dibolehkan masuk tapi daddy masih belum diijinkan karena boarding passnya belum distempel. Aku menemani daddy kembali ke meja verifikasi dan petugas verifikasi mengatakan boarding pass ini tidak perlu stempel karena sudah lengkap. Aku bilang, my dad tidak diijinkan untuk boarding karena belum ada stempel dari sini. Namun si mbak-mbak tetap kekeuh nggak mau ngasih stempel. Kami balik lagi ke pintu boarding dan bilang ke petugasnya kalau petugas verifikasi bilang ini udah sah, kita barusan dari sana tetap nggak dikasih stempel. Petugas boarding lalu bilang "Okey..." dan  mempersilahkan kami masuk. Fiuuh...

Akhirnya... Usai sudah liburan 4 hari 3 malam kami di Kuala Lumpur, Malaysia, yang sangat berkesan bagi ortuku karena untuk pertama kalinya jalan-jalan ke luar negeri dan sangat berkesan bagiku karena pertama kalinya aku menjadi guide liburan ortuku. Alhamdulillah trip-nya berjalan lancar tanpa kekurangan suatu apapun dan penuh dengan pengalaman-pengalaman baru. Semoga kami terus diberi kesehatan dan bisa nabung yang banyak buat trip-trip berikutnya... Amieenn...

See you on our next trip:) :)

Monday, February 10, 2014

Malaysia Trip: Part 2

Continuation from here

(31 Januari 2014)
Sesuai rencana, hari ini kami akan mengunjungi Batu Caves, situs religi umat Hindu Tamil yang terletak di distrik Gombak, sekitar 13 kilometer utara Kuala Lumpur. Di sini terdapat patung Lord Murugan berwarna emas setinggi 42.7 meter yang tercatat sebagai patung Murugan tertinggi di dunia. Sesuai dengan namanya, Caves, di sini terdapat gua-gua situs religi Hindu yang dapat dicapai dengan manaiki 272 anak tangga.

Pagi jam 07.30 kami sarapan dulu di hotel dan SURPRISE!!!! Resepsionis hotel memberi kami angpao dan jeruk, diiringi ucapan Good Morning dan Happy New Year, karena hari itu bertepatan dengan Imlek atau Tahun Baru Cina. Bukan hanya satu, tapi kami dapat tiga angpao yang berisi uang RM 1 dan tiga jeruk sekaligus!!! Menyenangkan sekali rasanya!!


Sebelum berangkat kami ngobrol-ngobrol dengan staff hotel dan ternyata, ibu-ibu cleaning servicenya orang Indonesia, asli Semarang. Lalu aku meminta petunjuk untuk menuju Batu Cave berbekal peta rute monorail Kuala Lumpur yang tersedia di hotel (ternyata peta yang sangat berguna ini juga tersedia di banyak hotel-hotel lain). Untuk menuju Batu Cave dari Bukit Bintang, kami harus naik KL Monorail ke KL Sentral terlebih dahulu (jalur hijau), lalu dari KL Sentral naik KTM Commuter ke Batu Caves (jalur biru). Sebenarnya aku masih sedikit bingung, apa bedanya antara LRT, Monorail, dan Commuter di KL. Resepsionis hotel menjelaskan, kalau Monorail itu relnya terletak di atas level jalan raya (persis seperti Monorail Jakarta yang sekarang sedang dibangun) dan hanya melingkupi kota Kuala Lumpur, sedangkan LRT dan Commuter itu relnya berada di bawah tanah dan menghubungkan distrik di sekitar Kuala Lumpur yang berjarak tempuh lebih jauh.

belum afdol travelling ke KL kalo belum punya map ini dan naik  Monorailnya
Dengan perut kenyang dan hati senang, kami berangkat ke Stasiun Bukit Bintang, lalu membeli tiket untuk menuju KL Sentral. Setiba di KL Sentral kami kembali membeli tiket menuju Batu Caves dan menuju platform 3 yang sudah penuh dengan turis-turis asing, maklum hari itu hari Jum'at dan bertepatan dengan libur Imlek. Perjalanan dari KL Sentral menuju Batu Caves memakan waktu sekitar 40 menit, dan Batu Caves merupakan stasiun akhir dari jalur ini.

Sampai di Batu Caves kami disambut dengan patung Lord Murugan yang menjulang tinggi berwarna kemasan memantulkan cahaya matahari. Oh ya, untuk masuk ke komplek Batu Caves ini kita tidak dipungut biaya apapun lho, alias gratis. Pada waktu itu, selain bertepatan dengan libur Imlek, ternyata juga bertepatan dengan tarikh rangkaian festival Thaipusam umat Hindu Tamil, sehingga kami juga menyaksikan rombongan peziarah di kuil Batu Caves yang mayoritas wajah India Selatan yang ramai sekali. Kami foto-foto trus menaiki jenjang yang tinggi sampai ke dalam gua Batu Caves.



Nah, saat menaiki jenjang ini aku mengalami peristiwa tragis. Disela-sela ramainya pengujung yang ingin mencapai puncak tangga, ternyata banyak monyet-monyet yang berkeliaran bersuka-ria menanti makanan dari turis-turis yang baik hati. Sialnya, cewek bule di sebelahku membawa satu plastik besar roti, yang ia kibas-kibaskan untuk diberi kepada kawanan monyet-monyet tersebut. Tanpa aba-aba, seluruh monyet serentak berkejaran dari segala arah menuju si cewek untuk mendapatkan roti. Aku langsung menyadari tanda bahaya di dekatku, shit will happen on me!! Dan ternyata benar, beberapa ekor monyet melompat ke arahku, tapi syukur tidak kena. Tidak lama kemudian, seekor monyet betina yang menggantungkan anaknya di perutnya mendekatiku, terus nyengir, dan HAPPP!!! Ia mendarat di punggungku! AAAAAAAAAAAAAKKKKKKKK!!!!! Aku berteriak kencang sekali, hingga semua orang melihatku. Monyet itu lalu melompat lagi, dan meninggalkan bolongan bekas cengkraman kuku tajamnya di bajuku. AAARRRGGGHHH!!!!! TIDAAAKKK!!! Beberapa turis Asia melewatiku dan bertanya, are you OK?, namun ada juga yang tertawa-tawa.


Pelajaran moral: Kalau ke Batu Caves jangan berjalan di dekat orang yang membagi-bagikan makanan buat monyet.

me being photographer :) :)
me being photographed :( :(
Setelah sampai di gua Batu Caves, kami kembali menuruni jenjang dengan berhati-hati. Syukurlah saat turun tidak terlalu banyak monyet-monyet yang berkeliaran. Kami lalu berjalan ke Stasiun Batu Caves untuk menuju KL Sentral.

Tujuan kami berikutnya adalah Masjid Jamek yang berjarak 2 stasiun dari KL Sentral melalui jalur merah. Di sini pertama kali aku membeli tiket menggunakan mesin otomatis yang langsung mengeluarkan tiket berupa koin biru, tapi naas, aku salah memencet tombolnya, tujuan yang seharusnya adalah Masjid Jamek, namun yang kupencet adalah Pasar Seni. Setelah aku tanya ke petugas, Masjid Jamek bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Pasar Seni, namun kami lebih memilih untuk mengunjungi Pasar Seni saja.

token untuk naik LRT dan KL Monorail 
Kami berjalan menyusuri Pasar Seni yang rapi dan menjual berbagai macam souvenir dan kerajinan tangan. Kami yang terus berjalan hingga perut terasa lapar akhirnya makan di food court di Pasar Seni, yang harganya sedikit lebih mahal. Setelah makan kami memutuskan untuk jalan ke Masjid Negara buat sholat Jum'at. Kami sempat diberi arahan oleh petugas, dari Stasiun Pasar Seni menuju Masjid Negara itu tidak jauh, tinggal melewati lorong pejalan kaki. Namun kami tidak kembali ke Stasiun Pasar Seni, melainkan keluar dari pintu ujung pasar sehingga mengitari jalan yang ternyata jauuuuh sekali untuk sampai di Masjid Negara. Ortuku sampai emosi, ini masjidnya di mana, kok tidak ada tanda-tanda masjid di dekat sini, padahal waktu Jum'at sudah mepet. Setelah lebih kurang 30 menit berjalan mengikuti pria-pria berpeci dan berbaju koko, akhirnya kami sampai di Masjid Negara. Sementara daddy sholat Jum'at, aku dan mommy duduk-duduk di taman masjid yang ramai dengan pedagang makanan, minuman, kopiah, dlsb.



Selesai daddy sholat Jum'at dan kami sholat zuhur, kami mengunjungi aunty yang akan gabung jalan-jalan dan janji ketemuan di Stasiun Titiwangsa. Dari Masjid Negara, kami ambil teksi menuju Stasiun Masjid Jamek, kembali ke KL Sentral, lalu menuju Stasiun Titiwangsa. Kami rendezvous dengan aunty setelah sekitar 20 menit saling cari-carian, lalu istirahat di hotelnya, dan melanjutkan jalan sore ke Jalan Masjid India. Di sini, aunty mengajak kami ke supermarket Haniffa, one stop shopping centre yang menjual segala macan kebutuhan rumah tangga mulai dari makanan, pakaian, pecah belah, alat-alat elektronik, pokoknya mau cari apa aja kebutuhan rumah tangga di sini ada semua, nggak perlu ke tempat lain. Konon kabarnya, pemiliknya adalah orang India, karena itu banyak karyawan toko yang berwajah Indihe dan banyak menjual bahan makanan India. Kami memborong cokelat aneka rupa, susu Milo, teh tarik sachet, dan makanan-makanan kering Malaysia untuk oleh-oleh, sementara aku membeli bumbu garam masala.






sebaiknya aku nyari kerja di Malaysia aja deh...
Malamnya, kami pulang dengan  berjalan gontai, karena kaki sudah pegel serasa mau copot dari engselnya. Kami berpisah dengan aunty di Stasiun Bandaraya, aunty menuju Titiwangsa, sementara kami kembali menuju Bukit Bintang. Esok hari kami berjanji untuk jalan bareng lagi.

(to be continued)