Wednesday, January 31, 2018

Pengalaman Nonton MotoGP 2017! (Part 2)

Continuation from here

Hari ini, Sabtu 28 Oktober 2017 adalah hari kualifikasi. Dari pagi kami sudah bersiap naik LRT menuju KL Sentral untuk bertemu dengan Bang Zarmon, Bang Yoza dan Bang Dika buat pergi bareng ke Sirkuit Sepang. Oya sebelumnya aku perkenalkan tokoh dalam trip ini dulu ya.

Bang Yoza adalah teman kantornya Mak Kitty tapi beda kota. Tahun ini adalah kali kedua Bang Yoza nonton MotoGP langsung di Sepang. Sementara Bang Zarmon ini adalah suami dari teman kantornya Bang Yoza yang bantuin kami beli tiket tribun Main Grand Stand. Bang Zarmon ini adalah suhu-nya MotoGP karena tahun ini adalah kali ke-sembilannya nonton MotoGP langsung di Sepang selama sembilan tahun berturut-turut! Bahkan beberapa tahun yang lalu Bang Zarmon sempat membawa anggota keluarganya lengkap dengan tiga anaknya yang masih kecil-kecil, yang waktu itu kompakan mengenakan kaos berwarna kuning yang masing-masing bertuliskan huruf R, O, S, S dan I. Jadi pas foto bareng, ketahuan dong keluarga ini pendukung beratnya siapa, hehe. Sementara Bang Dika adalah sepupunya Bang Zarmon yang ikutan nonton MotoGP untuk kali pertama seperti kami.

Sekitar jam 9 aku dan Mak Kitty udah sampai di KL Sentral di hotel tempat menginapnya geng Bang Zarmon yang persis terletak di seberang stasiun KL Sentral. Nah, menurutku penginapan di daerah ini cukup recommended mengingat lokasi yang strategis, banyak tempat makan dan kebersihannya yang cukup oke. Sebenarnya berangkat pukul 9 dari KL Sentral itu sudah cukup telat, mengingat kemarin malam janjinya ketemuan di KL Sentral jam 8. Tapi apa daya, semalam kami semua sudah letih, lalu telat bangun dan rada lelet juga.

Jadi untuk mengakomodir mobilisasi penonton MotoGP, panitia menyediakan bus yang untuk mengangkut penonton yang akan berangkat dari KL Sentral menuju Sirkuit Sepang. Aku kurang tahu persisnya mulai kapan bus nya beroperasi namun hari Kamis kemarin, Bang Zarmon and the gank ikut menumpang bus tersebut pulang dari mengikuti autograph session di Sepang dengan ongkos 20 Ringgit per orang tapiiii naiknya harus antri dan sepanjang perjalanan sejauh lebih kurang 45 kilometer menuju KL Sentral harus rela berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk.

Akhirnya pagi ini Bang Zarmon sibuk mencari dan menawar taksi merah di sepanjang jalanan di KL Sentral untuk membawa kami berlima ke Sepang. Setelah hampir setengah jam, seorang kakek Chinese akhirnya setuju membawa kami dengan deal 80 Ringgit (diluar biaya tol). Si kakek berani juga mengangkut lima penumpang dengan taksi sedan sementara taksi-taksi sebelumnya pada menolak karena tidak mau mengambil resiko ditilang Polis. Sebagai konsekuensinya, kami duduk bersempit-sempit ria di bangku penumpang selama sekitar satu jam. Sesampainya di Sirkuit Sepang kami begitu excited! Kami terus berjalan memasuki gerbang bertuliskan Welcome to 2017 Shell Malaysia Motorcycle Grand Prix.

Gerbang utama



Dari gerbang utama menuju tribun balap, berjejeran puluhan booth dari perusahaan motor, helm, GoPro, souvenir dan aneka rupa perusahaan yang berkaitan dengan dunia otomotif. Ada kejadian unik yang tidak akan aku lupakan seumur hidup setelah beberapa langkah kami memasuki gerbang utama. Tanpa sadar kami sudah berada di tengah kerumunan orang-orang yang berteriak-teriak nggak karuan. Ada apa ini pikirku. Orang-orang di kiri-kanan kok pada histeris kayak orang gila semua. Pas aku melihat ke tengah sumber kerumunan... O MAY GOWDD!!!! VALENTINO ROSSI!!!!!!
"MAKKK.... VAENTINO ROSSI MAKKKK!!!" aku ikut berteriak histeris ke Mak Kitty.

Tuesday, January 9, 2018

ASUS Vivobook Flip TP410UR: The Laptop Everybody Wants

Hampir satu tahun terakhir aku ber-dormansi dari dunia blogging. Hal ini bisa dilihat dari sepinya entry blog dan aktivitas blogwalking lainnya. You know what, salah satu alasan utamanya adalah karena laptopku yang bermasalah. Ada kerusakan pada mainboard laptop sehingga suka mati sendiri dan nggak kuat kalau dibawa online. Hingga akhirnya ia benar-benar memasuki masa bebas tugas satu bulan yang lalu dan mewariskan hard disk internal yang harus dikeluarkan dari perut laptop sebagai satu-satunya warisan paling berharga bagiku sebagai pemilik.

So, hampir sebulanan terakhir aktivitasku benar-benar tertatih-tatih dengan meminjam laptop ibu dan adikku sembari hunting laptop baru. Aku mengoleksi brosur katalog laptop dari toko-toko komputer. Memilih laptop memang gampang-gampang susah. Saat ketemu spec yang diinginkan, harganya tidak cocok. Saat ketemu harga yang sesuai dengan budjet, spec nya tidak mumpuni. Jadi bisa diterka dong yaa budjetku tidak banyak-banyak amat namun spec yang dibutuhkan cukup tinggiπŸ˜—. Hingga suatu hari aku melihat notifikasi di youtube Diana Rikasari yang membuka giveaway laptop Asus Vivobook Flip TP410UR. Nah ini dia laptop keren jaman now dengan spec yang aku cari! Seperti apa sih Asus Vivobook Flip TP410UR itu..?

 
Picture from ASUS.com 

Disain Stylish
Asus Vivobook Flip TP410UR hadir dengan disain elegan dan inovatif karena engsel layarnya yang bisa dilipat 360 derajat dan bertransformasi menjadi 4 bentuk, yaitu 2 mode laptop, tablet dan standing display. Bobotnya hanya 1,6 kg, ketebalannya 14,8 mm dan bodi serupa laptop 13 inci namun bentang layar layarnya touch screen 14 inci dengan resolusi Full HD 1980x1080 piksel. Material utamanya terbuat dari logam yang diberi finishing dengan disain gaya hairline berselimut warna grey, membuatnya kelihatan lebih elegan dan berkelas. Dengan interface super kece sedemikian, siapa sih yang tidak langsung naksir pada pandangan pertama?
Disain ini cocok banget buat aku yang sering mobile dan harus menyiapkan bahan untuk mengajar di kelas, sehingga bisa menggunakan mode laptop untuk mengedit presentasi dan mode tablet saat menyampaikan presentasi. Kalau ingin menonton film tinggal dijadikan standing display. Layarnya yang lebar dengan resolusi Full HD yang tajam bisa membuat satu keluarga bagaikan nonton film di bioskop!

Prosesor, Kapasitas Penyimpanan, Konektivitas dan Baterai
Selain disain interface yang kece, hal yang sebenarnya paling penting dari seperangkat laptop tidak lain dan tidak bukan adalah prosesor. Saya bersyukur Asus Vivobook Flip TP410UR tidak hanya lahir dengan disain yang trendi namun juga prosesor yang paling unggul di kelasnya, Intel Core-i7 generasi ke 7, yaitu Intel Core-i7 7500U. Sebelumnya saya tidak begitu ngerti apa itu prosesor yang unggul, namun sejak hunting laptop beberapa minggu belakangan saya mulai paham bahwa prosesor atau brainware atau "otaknya komputer" inilah yang sejatinya kriteria paling penting dalam mencari laptop. Varian Intel Core-i7 memiliki kinerja paling baik dibandingkan dua varian Intel Core yang lain yaitu Core-i3 dan Core-i5. Dengan prosesor Intel Core-i7, laptop memiliki kemampuan untuk menjalankan berbagai program dengan lebih cepat dengan performa multitasking yang lebih baik. Jadi tidak salah jika laptop dengan prosesor Intel Core-i7 umumnya memiliki harga yang lebih tinggi.

Kehebatan prosesor Intel Core-i7 7500U pada Asus Vivobook Flip TP410UR ini juga didukung oleh Random Access Memory (RAM) 16 GB, Harddisk Drive (HDD) hingga 1 TB dan Solid State Drive (SSD) hingga 256 GB. Laptop akan bekerja dengan performa yang lebih baik dengan kapasitas program yang lebih besar sehingga tidak gampang lemot atau hang. Bikin gengges nggak kalau lagi asik online di Facebook, sambil download film, sambil edit file presentasi, sambil denger lagu, sambil ngopy file, sambil edit foto, terus harus merevisi data menggunakan program statistik yang terkenal berat, terus tiba-tiba laptopnya lemot, terus hang, terus not responding, terus harus restart, terus semua yang dikerjakan tadi menghilang karena belum tersimpan?? Huaa bisa nangis bombay 😧😧😧. Ini pernah kejadian loh di aku dan bikin trauma banget.
Nah, kira-kira seperti itu gambarannya. Dengan Asus Vivobook Flip TP410UR yang memiliki prosesor Intel Core-i7 7500U dan kapasitas RAM yang besar, nggak perlu khawatir lagi dengan performa laptop dalam menjalankan berbagai program yang seringkali harus dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Kapasitas Harddisk hingga 1 TeraByte juga bikin hati tenang untuk menyimpan file, foto dan seluruh koleksi film Bollywood favorit πŸ˜‰

Soal konektivitas, Asus Vivobook Flip TP410UR terdiri dari port USB Type-C(R) yang revolusioner yang terdiri dari satu port USB 3.0, dua USB 2.0 standar dan HDMI untuk koneksi dengan perangkat lainnya serta untuk transfer data dengan kecepatan super.

Hal lain yang bikin aku trauma dari laptop sebelumnya adalah performa baterai yang menurun seiring pemakaian. Bagaimana dengan Asus Vivobook Flip TP410UR?
Saat terisi penuh, baterai Asus Vivobook Flip TP410UR dapat tahan seharian, sehingga nggak perlu khawatir tidak kebagian colokan. Selain itu, baterai Vivobook Flip dibekali dengan teknologi Asus Battery Health Charging yang memungkinkan pengguna untuk mengatur persentasi pengecasan hingga 60%, 80% atau 100%. Sehingga dapat memperpanjang usia baterai dan mengurangi peluang kerusakan baterai akibat gembung karena dicash terlalu lama.

Windows 10 Original dan Garansi Asus 2 Tahun
Oh ya, salah satu penyebab yang bikin aku maju-mundur beli laptop di store adalah banyak store tidak memberikan perangkat sistem operasi Windows yang asli pada laptop. Jadi, misalnya di brosur dicantumkan harga Rp 7.000.000, namun Windows nya versi trial alias tidak ori. Ketika ditanya, kebanyakan menjawab Windows aslinya tidak tersedia ataupun jika tersedia maka harus menambah bayar lagi sekitar 20% dari harga laptop semula.
Tau sendiri kan, kalau sistem operasi Windows yang tidak asli itu tidak bisa diupdate, tampilan wallpapernya blank, ada watermark di kanan bawah layar yang sangat mengganggu dan rawan crash. Memang harga yang ditawarkan jauh lebih murah tapi tahu nggak dengan menggunakan Windows yang tidak ori, secara tidak langsung kita sudah ikut mendukung praktik pembajakan hak cipta. Kasian kan para engineer Windows sudah susah payah membuat program Windows 10 kita tinggal copy tanpa bertanggung jawab. Maaf yaa para engineer saya pernah pakai yang tidak ori dan saya menyesal karena selama enam tahun harus install ulang Windows sebanyak tiga kali πŸ˜“πŸ˜“. Waktu itu kan saya tidak tahu, sekarang saya sudah tahu dan ingin banget punya laptop dengan Windows original. Makanya ikutan giveaway ini karena laptop Asus Vivobook Flip TP410UR ini sudah terinstall Windows 10 ASLI serta ada garansi 2 tahun dari Asus. Bikin tenang deh πŸ’™
Dengan segudang spefisifikasinya yang tidak perlu diragukan lagi, Asus Vivobook Flip TP410UR is a laptop everybody wants!

Semoga aku bisa menang giveaway ini yaa sehingga aku bisa melanjutkan postingan pengalamanku nonton MotoGP Sepang 2017 yang seru banget dan banyak postingan lainnya, seperti pengalamanku cabut gigi bungsu akhir November kemarin, hingga liburan tahun baru di Singapore yang tentunya setiap postingan dipenuhi dengan foto-foto yang keceπŸ˜‰!

Saturday, November 11, 2017

Pengalaman Nonton MotoGP 20171! (Part 1)

Akhir Oktober kemarin, untuk pertama kalinya aku nonton langsung balap motor MotoGP di Sepang, Malaysia. Kalau nggak salah ingat, permulaan tercetusnya ide ini sewaktu aku sama temanku chat tentang konser Coldplay di Bangkok dan Singapura. Foto orang-orang yang nonton konsernya (baik dikenal ataupun nggak di kenal) yang wara-wiri di sosial media bikin hati teriris pedih menanggungkan mupeng, hingga akhirnya muncul ide ini. Alhamdulillah, akhirnya Allah memberikan kesempatan buat nonton langsung MotoGP 2017 ini dengan berbagai cerita yang  membuatnya jadi berkesan. So here is my story!

Persiapan: Membeli Tiket Sirkuit, Pesawat dan Hotel

Tiket sirkuit MotoGP adalah tiket yang pertama kami siapkan. Soalnya if anything happens, who knows ya kan, toh tiketnya bisa dijual lagi. Tiketnya kami dapatkan sekitar bulan Juli 2017. Pada awalnya tentu kami survey mengenai lokasi tribun mana yang mau dijadikan lokasi nonton yang seru dengan mendownload map tribun dan browsing di internet. Awalnya aku mau di tribun VR46 sebagai basisnya pendukung Valentino Rossi, tapi temanku yang bernama Armaini (selanjutnya disebut Mak Kitty) pendukung Dani Pedrosa. Doi keberatan dong, lagipula setelah baca-baca blog disebutkan kalau tribun VR46 itu nggak ada atap pelindung dan nggak ada kursi so berabe dong kalau panas kepanasan kalau hujan kehujanan #persoalan. Akhirnya, kami sepakat untuk ambil tiket di tribun Main Grand Stand, yang terletak di trek lintasan lurus pas di depan garis start dan finish.
 
Circuit Map (taken from Google image)
Setelah itu, kami mencari di manakah tiket tersebut bisa dibeli. Aku cek di blibli.com, eh taunya tiket Main Grand Stand udah ludes aja! Aku cek di beberapa web lain, harganya rata-rata di atas Rp 700.000. Singkat cerita, Mak Kitty memesan tiket via teman kantornya yang juga akan nonton MotoGP, yang nanti bakal jadi guide kami nonton MotoGP selama 2 hari penuh. Oya, tiket yang dipesan seharga RM 222 atau sekitar Rp 700.000 an juga lah wkwk.

Tiket sirkuit udah, sekarang booking hotel. Kalau ini, Mak Kitty yang handle soalnya doi baru jalan ke Malaysia bulan April kemarin. Kami berencana stay 3 malam di KL dari hari Jumat malam sampai Minggu malam. Untuk Jumat sampai Sabtu malam, Mak Kitty booking Pacific Hotel di daerah Pasar Seni. Sementara untuk Minggu malam, which is pas banget setelah nonton race MotoGP, kami berencana nginap di bandara karena flight kembali ke tanah air Senin paginya. 

Booking tiket pesawat lain lagi dramanya dan the lesson learn is: pesanlah tiket pesawat jauh hari sebelum hari H balapan kalau perlu satu tahun sebelumnya karena guys, empat bulan sebelum hari H aja rate tiketnya sudah nggak masuk akal bahkan udah ada yang ludes! Kami sendiri termasuk agak lelet dan banyak mikir ini, mikir itu, nanti dulu, undur dulu, pasti besok lebih murah, dll dst hingga akhirnya terpaksa beli tiket pesawat dengan harga yang agak mahal. 

Kalau saya dapat tiket Air Asia PDG-KUL pergi Jumat-pulang Senin pesawat paling pagi semua. Sementara Mak Kitty dapat tiket Air Asia PKU-KUL Jumat pagi, tapi tiket pulang direct flight KUL-PKU untuk hari Senin udah ludes aja sejak kapan tau. Akhirnya untuk pulang Mak Kitty harus muter dulu lewat KNO wkwk. 

Nah jika menyesuaikan dengan jadwal MotoGP, pesan tiket pergi Jumat – pulang Senin sudah cukup ideal. Jumat pagi sampai di KL, siang hingga malamnya bisa jalan-jalan dulu di KLCC, Bukit Bintang dan sekitarnya. Sabtunya nonton kualifikasi, Minggu nonton balap GP, Senin kembali ke tanah air. Jadi cukup ambil cuti kantor dua hari. Tapi kalau menurut saya, pergi Kamis – pulang Senin lebih oke, sehingga dari hari Jumat sudah bisa ikutin sebuah rangkaian acara MotoGP yang tidak bisa saya ikuti hiksss… What is that? Makanya baca terus ceritanya sampai habis yaa!

Oya, satu lagi, pesan saya, for worry free travel, buat perginya gak apa-apa gak pakai bagasi, tapi buat pulang nya pesanlah bagasi. Jangan kayak saya yang jadi nggak beli apa-apa gara-gara gak pesan bagasi hiksss. Gak perlu banyak-banyak, yang 20 kg saja sudah lebih dari cukup. Jadi bisa bawa sedikit cokelat-cokelat, Milo Cubes, teh tarik, sedikit produk-produk skincare, baju kaos VR, baju jalan, selendang, sepatu, assesoris…. Haduhh ini oleh-oleh apa mau kulakan wkwkwk.

Day 1 (Jumat 27 Oktober 2017)

Yeay! Today is the day. Pagi jam sekitar jam 7.30 aku sudah sampai bandara BIM buat menuju KUL. Karena sudah web check in via webnya Air Asia, gak ada halangan berarti yang kutemui saat di bandara. Satu ransel kecil dan tas yang berat total keduanya 8 kg pun tidak dijadikan masalah sama petugas bandara. Fiuhh. Antrian imigrasi sudah cukup ramai dannn… di sini hawa-hawa MotoGP nya sudah mulai berasa. Sama petugas imigrasinya aja aku ditodong secara terang-terangan, “Mau nonton MotoGP yah?” Hihi aku hanya tertawa. Pas di ruang tunggu keberangkatan, hampir semua penumpang mengenakan kaos dan topi pembalap kesayangan. Yang paling banyak siapa lagi kalau bukan Valentino Rossi. Gerimis yang turun saat itu juga bikin beberapa abang-abang berceletuk, “Wah, hujan nih. Rossi pasti menang” dengan percaya diri. 

Setelah satu sekitar satu jam di udara, pesawat tinggal landas di bandara KLIA2. Keluar dari pesawat, penumpang harus jalan jauhhh banget menuju loket imigrasi yang antriannya sudah mengular tangga lagi-lagi oleh orang-orang dengan atribut MotoGP namun kali ini lebih bervariasi tidak hanya atribut kuningnya Rossi, tapi ada yang oranye, merah, biru dan lain sebagainya. Setelah melewati loket imigrasi dan custom, aku keluar dari gerbang kedatangan mencari wifi untuk menghubungi Mak Kitty yang baru akan lepas landas dari PKU pukul 11. Untungnya bandara KLIA2 menyediakan wifi gratis. Bagi yang ingin beli kartu SIM Malaysia bisa membelinya di konter DiGi atau Hotlink yang terletak persis di depan gerbang kedatangan. Kebetulan, aku titip kartu SIM Malaysia DiGi sama Mak Kitty yang dibeli di Dumai seharga Rp 73.000 untuk telepon dan kuota internet 2 GB yang berlaku selama 1 bulan. Lumayan lah bisa update-update untuk 3 hari-an, tapi kalau kamu tergolong narsis tingkat Dewa level di atas Mak Kitty, 2 GB untuk 3 hari tentunya masih kurang >_<

Antrian loket imigrasi -__-

Sekitar 2 jam aku menghabiskan waktu keliling-keliling bandara, mampir di Watson di lantai 3, lalu makan Naan dan minum teh tarik di restoran Quizinn di lantai 2M sebelum kembali lagi ke gerbang kedatangan menjemput Mak Kitty.  

Quizinn Restaurant

Oh ya, ini nih yang bikin aku cukup sedih hari itu. Sewaktu aku masih di ruang tunggu bandara di PDG, Mak Kitty share info kalau rider autograph session alias sesi tanda tangan pembalap itu dilaksanakan hari ini, Jumat mulai dari jam 11.30. Aku cek di facebook Sepang International Circuit, ternyata benar. Info nya baru saja dirilis pada Jumat pagi di laman facebook tersebut. Sementara dari blog-blog yang aku baca sebelumnya, dituliskan kalau rider autograph session itu dilangsungkan pada hari Sabtu pagi sebelum kualifikasi. Jadi lemes dong bacanya. Padahal aku sudah cetak foto-foto pembalap buat dimintai tanda tangan dan sangat menantikan acara itu. Hikss… Yo wis lah ini belum rejeki namanya.

Langsung sedih :"(
Pukul 13.00 aku kembali ke gerbang kedatangan untuk menyambut Mak Kitty. Saat itu kebetulan pas jadwal kedatangan pesawat dari Iran. Penumpang asal Iran yang cantik-cantik bangeet berdatangan silih berganti. Aku sampai bingung men-scan wajah Mak Kitty diantara wajah-wajah cantik itu wkkk. Setelah menunggu sekitar 45 menit dari jadwal landing pesawat pukul 13.10, Mak Kitty dengan raut muka kebingungan muncul secara tiba-tiba di gerbang kedatangan wkwkwkkk.

Waiting for Mak Kitty >_<

FYI, Mak Kitty ini temanku dari SMA, well dari SMP sih tapi pas SMP nggak deket biasa aja. Pas SMA aja kami duduk sebangku. Anaknya baik dan humornya nyambunglah sama aku. Jarang-jarang lho ada yang humornya bisa nyambung sama aku wqqq. Kami naik lagi ke lantai 2M ke restoran Quizinn karena Mak Kitty belum makan, setelah itu kami turun ke level 1 untuk naik Sky Bus menuju KL Sentral. Tiket bus dari KLIA2 menuju KL Sentral seharga RM 12 dibeli terlebih dahulu di konter penjualan tiketnya. Oh iya FYI again, di lantai 1 ini juga terdapat Capsule Hotel tempat kami akan menginap pada malam setelah nonton race MotoGP. 
 
Floor Directory


Sampai di KL Sentral, kami naik LRT ke Pasar Seni, check in hotel, solat, beberes sebentar, lalu jalan ke KL City Gallery terus ke Bukit Bintang buat ketemuan sama temannya Mak Kitty yang bantuin kami beli tiket sirkuit. Kami ngobrol sambil makan di restoran Pakistan bernama Paradise (kalau dilihat dari nama dan penampakan luarnya, restonya terkesan rada-rada gimana gitu, haha) bergaya ambil sendiri yang masakannya lumayan mengobati kerinduanku akan makanan India Utara.

Setelah makan, kami jalan di sekitaran Bukit Bintang. Suasananya ramai sekali oleh orang-orang dengan atribut MotoGP berlalu-lalang. Kios-kios di sepanjang Bukit Bintang yang biasa berjualan souvenir khas Malaysia sekarang berganti jadi berjualan souvenir bernuansa MotoGP mulai dari baju kaos, topi dan lain sebagainya. Terakhir kami mampir ke Sephora. I was quiet excited, karena pas ke Malaysia kemarin belum ngerti apa itu make up high end dan Sephora itu toko apaan wkkk. Cukup puas lah testing-testing lipstick dan produk-produk yang selama setahunan terakhir cuma bisa aku lihat dipakai oleh beauty influencers, seperti Tarte, Benefit, Make Up For Ever, dan juga the new Fenty Beauty. Mak Kitty sempat belanja pinsil alis, sementara aku nggak beli apa-apa. 

@ Sephora Bukit Bintang

Sekitar jam 11 malam barulah kami kembali ke hotel dan beristirahat.  Tomorrow is qualification day. So excited!

To be continued…

Sunday, October 22, 2017

Turning 26

Hi guys
I think it's been my longest hiatus since I started this blog, 9 months already! Well, despite all the social media nowadays (yes, I admit that I've been a little into instagram, twitter and facebook lately) my personal defend is that I am no longer connected to internet on my laptop. My laptop has been in serious trouble since the beginning of this year and it gets worst everytime it goes online, so yeah... hopefully I will get a new one soon bcoz honestly I prefer being online trough laptop instead of mobile phone. Just like right now, I am writing this from my mobile phone.

So, the update from my side is that alhamdulillah, I have completed my graduate study on August. All praise to Allah swt who made all this possible. Later I wil write my experience going through all those academic thingy okay.

And.. what else... Yaa that was the major update.. little little update I will surely write as soon.

And yep, as the title said, I am turning 26 today! 
Well, birthday is supposed to be a happy day but this time it felt different. I am feeling sad right now bcoz my cat is sick. She seems to get hit and run accident 2 days ago that caused her cannot walk properly. I have been so sad ever since. She hasn't shown any noticeable improvement, so I am thinking to take her to vet tomorrow. Insya Allah.

This what I am saying... just a few paragraph and I feel sleepy already writing in such small screen and keyboard.

That's all for now guys, and here is sad picture of me of today that I also put on instagram. 


Thank you for reading!

Friday, January 13, 2017

Hello 2017

Hi everyone!

It's been a very little while since my last post.
Happy belated New Year 2017!
May we can achieve what we want to achieve more better than the previous. May God's blessing always be with us. Amin.

So, to kick off this year I have a 1 month field-work office to complete in this January. It is located at a local health office in a rural district northern side of my city. Because of the 110 km distance, I decided to rent a room and stay there from Monday-Friday and go back home on weekend. 2 weeks done, 2 weeks more to go!

Well, things run well and quiet fun there. It was a bit tough at the beginning, as usual when you enter a new environment but things get better by time and you get yourself used to it.

This is a whole new experience for me to tune in to a government organization. I mean, yaa, witnessing how civil servants work and how complicated the bureaucracy is.. it's got me like... Oh My God, please let me work in something I really love and capable of that can live not only my self but also my family and many people, a work without any complicated bureaucracy that is fulfilled with passionate and hardworker people.

That thing doesn't seem exist unless you really push yourself to build your own company, in whichever field. So, the conclusion is, it is right that government is now vigorously promoting entrepreneurship to the young generation. But I personally think, before the entrepreneurship lesson, all younger people need to master is a certain skills so that with their skillful hands, they're going to be able to develop their skills into business that can live their lives and the life of many, without relying on the government.

xoxo

Monday, December 5, 2016

A Sad Afternoon

So this afternoon I witnessed a cat being hit and run by a car. It happened so fast just right in front of my eyes. A pick-up car ran so fastly when a cat carefully crossed the road. And it happened in second.

Ban mobilnya menggilas si kucing malang, gak tau juga ntah ekor atau badan bagian belakang, tapi bulu-bulu kucingnya jadi tercerabut gitu. Kucingnya masih hidup, terus jalan tersuruk-suruk gitu ke taman pembatas jalan. Gw liat itu mobil sempat memelan sedikit, trus kabur. Gw refleks berhenti dan nepiin motor lalu gw turun ngeliat si kucing malang. Gw aslinya penakut, dengan hati-hati gw deketin si kucing, gw elus-elus badannya, mau gw balik tapi takut. Dia kayak mengeong kesakitan gitu, lidahnya bergetar, bukan karena haus tapi karena kesakitan. Gw kan punya kucing dua, jadi gw tau itu lagi kesakitan bgt. Akhirnya gw balik badannya, alhamdulillah ga ada darahnya. Gak ada luka lah, tapi sedikit bagian tubuhnya jadi botak gara-gara bulunya tercerabut gitu. Bulu-bulunya jg banyak berserakan di sekitar tempat dia tiduran sekarang. Trus gw liat ekornya, eh dari lubang kotoran kyk ada bercak darah gitu... duhhhh gusti...

Trus dia coba jalan, ehh ternyata dia gak bisa jalan. Dua kaki belakangnya gak bisa dibawa jalan, jadinya dia ngesot sambil nyeret dua kaki belakangnya. Kayaknya tadi ban mobilnya ngegilas bagian belakang badannya, soalnya ada bunyi kayak mobil ngegilas batu atau polisi tidur gitu. Ya Allah.... gw mau nangis rasanyaa....

Trus gw belai-belai terus, dianya tetep mengeong dengan nada meringis gitu. Lidahnya masih bergetar-getar. Gw mau kasih minum, gw lupa gw gak bawa botol minum.. duh... biasanya kan gw selalu bawa botol minum ke mana-mana.. duhhhh

Apa yg harus gw lakukan... orang-orang ga ada yg peduli. Ada bapak-bapak yg baru parkir di seberang jalan malah ngomong, udah.. biarin aja..

Dasar gak punya perasaan tu bapak.

Gw kepikiran buat bawa pulang aja tapi... apa ini kucing ada yg punya atau ngerasa punya? Soalnya dia cukup gede dan bulunya lumayan bagus, warna cokelat kekuningan gitu.

Duh.... gimana nihhhh....

Akhirnya gw putusin buat puter balik pake motor ke jalan seberang arah pulang ke rumah, kalo emang gak ada yg peduli gw bawa pulang aja si kucing gw masukin kantong kresek gw abis beli baju tadi.

Pas sampe di seberang jalan, gw cari-cari si kucing kok gak ada... gw berhentiin motor gw cari sepanjang taman pembatas jalan kok gak ada tanda-tandanya. Kalo dia gak bisa jalan kan ga mungkin bisa pergi dengan cepat. Gw sisir lagi sepanjang jalan pake pandangan, gak ketemu. Beberapa bapak-bapak mulai mendekat, dan mobil-mobil mulai rame berseliweran nglakson gw.

Duh..
Dengan berat hati gw pergi meninggalkan TKP.

Dan sepanjang hari tadi gw lemes aja gitu bawaannya, kebayang sama itu kucing..

Cing...
Kalo kamu masih hidup, semoga kamu sehat-sehat ya dan bisa jalan lagi.

Buat driver mobil pick yp putih yang gak bertanggung jawab... ahh... speechless gw...