 |
| "Terus terang Philips terang terus" |
Siapa yang tidak familiar dengan jingle iklan lampu Philips
yang sering wara-wiri di televisi ini? Rasanya hampir semua orang pernah
mendengarnya. Tapi sayangnya tidak semua orang tahu kalau Philips ini
berasal dari Belanda dan masih banyak yang mengidentikkannya sebagai
pabrik lampu semata. Inilah sedikit
ulasannya.
 |
| Gerard Philips |
The Philips Company didirikan pada tahun 1891 oleh Gerard
Philips. Didanai oleh ayahnya, Frederik—yang berprofesi sebagai seorang banker,
Gerard memulai pembangunan pabrik kecilnya di kota Eindhoven dan memproduksi
lampu karbon serta berbagai perangkat elektronik. Setelah melalui tahun-tahun
pertama yang sulit, Gerard mengajak adiknya Anton untuk bergabung menyelamatkan
Philips yang saat itu berada di jurang kebangkrutan. Walaupun berlatar
pendidikan insinyur, Anton bekerja sebagai
sales representative. Ia kemudian
sukses menghasilkan ide-ide inovatif bagi perkembangan Philips hingga menjadi
perusahaan elektronik multinasional paling disegani di Belanda.
Tidak hanya memproduksi lampu, Philips mulai memproduksi perangkat elektronik seperti alat cukur elektrik, radio, televisi tabung, tape, kaset, CD, dan sikat gigi elektrik. Karena derasnya
kebutuhan akan perangkat rumah tangga elektronik dari seluruh dunia, pusat produksi dan head office Philips mulai berdiri di
berbagai negara seperti di Amerika Serikat, Australia, China, India,
Brazil, dan negara-negara lainnya termasuk Indonesia.
Seiring inovasi yang dilakukan terus menerus, Philips mengklasifikasikan
produknya menjadi 3 kategori, yaitu peralatan rumah tangga, lampu, dan
peralatan kesehatan.
Dimulai dari vacuum
cleaner sederhana, Philips kemudian memperkenalkan produk-produk yang
mempermudah pekerjaan rumah tangga lainnya seperti alat cukur elektrik, radio
dengan built-in loudspeaker, tape, dan
stirling engine. Peralatan-peralatan
elektronik sederhana tersebut lalu menjadi perintis penemuan perangkat elektronik
rumah tangga lainnya, baik yang dikembangkan sendiri oleh Philips maupun oleh perusahaan
lain.
Lampu
Sebagai produk pertama yang membuat namanya mendunia, Philips
terus melakukan inovasi terhadap produk andalannya ini. Jika dulu Philips
menjadi pionir dalam mengembangkan bulb lamp atau lampu pijar, kini Philips
menjadi pelopor dalam produksi lampu LED (light-emitting
diode) atau lampu hemat energi. Pada tahun 2011, Philips meraih hadiah 10 juta USD pada L-Prize
competition yang diselenggarakan oleh US Department of Energy. Philips berhasil memproduksi lampu hemat energi
dengan efisiensi terbaik untuk lampu standar 60 watt.
 |
| Tugu Surabaya kini lebih terang |
Pada April 2013, Philips bekerja sama dengan Pemerintah Kota
Surabaya untuk
menerangi Tugu
Pahlawan Surabaya dengan warna-warni lampu LED yang hemat energi hingga 80%. Dalam
penerangan Tugu Surabaya ini, Pemkot Surabaya cukup mengeluarkan anggaran Rp9
juta/tahun untuk pemakaian 2.400 watt/tahun, berbeda dengan penggunaan lampu
biasa atau HID yang sebelumnya menghabiskan 8.000 hingga 10.000 watt/tahun sehingga
Pemkot bisa menghabiskan anggaran Rp36 juta/tahun.
Pada acara yang bertemakan Kota
Terang Hemat Energi (KTHE) ini, Philips juga memperkenalkan lampu LED yang
tahan hingga 15 tahun dan hemat energi sampai 85% untuk konsumen rumah tangga
sebagai pengganti bohlam lampu sebelumnya/lampu pijar.
Peralatan Kesehatan
Perkembangan di bidang kesehatan memacu Philips untuk mengembangkan
alat-alat kesehatan mutakhir, baik untuk deteksi maupun pengobatan penyakit seperti mammogram dengan radiasi dosis rendah, ultrasonografi (USG), MRI, PET/CT,
hingga mengembangkan teknik operasi tanpa sayatan. Teknologi tersebut sudah
banyak diadaptasi oleh berbagai negara, diantaranya Amerika Serikat dan Uni Emirat
Arab. WHO pun memberi rekomendasi kepada Belanda untuk terus mengembangkan teknologi dan
inovasinya dalam bidang kesehatan.
Referensi