Wednesday, May 23, 2012

Tips dan Trik Jalan-Jalan Ke Yogyakarta

Karena Yogyakarta merupakan destinasi wisata dalam negeri yang sudah tersohor, tidak sulit rasanya untuk melakukan eksplorasi tempat-tempat wisata mulai dari wisata sejarah, budaya, hingga kuliner. Ini ada beberapa tips dan trik yang kira-kira berguna jika readers sekalian mau nge-trip ke Yogya:
  • Jangan malu bertanya, dan kalau bertanya jangan kepada satu orang saja. Kroscek lagi dengan bertanya pada orang lain, misal pertama kali nanya sama bapak tukang becak, setelah itu coba tanya lagi sama mbak-mbak penjaga toko. Terkadang jawaban kedua narasumber tadi jauh berbeda, dan kalau sudah begini lebih baik tanya ke Pak Polisi atau Pak Satpam aja.
Kalau nanya rute transportasi, lebih baik langsung ke abang penjaga shelter transYogya ini

  • Pinter-pinter nawar. Bapak tukang becak dan para penjual sudah sangat fasih dalam membedakan mana yang pendatang dan mana yang warga lokal, jadi kalau belanja atau mau naik becak akan diberi harga yang lebih tinggi.Tapi... Nawarnya pakai perasaan juga, yaa. Waktu itu saya berdua dengan teman sudah sepakat nawar becak Rp. 7.000 untuk keliling jauuh sekali, plus jalannya mendaki dan menurun. Kami yang keenakan duduk di atas becak jadi kasihan sama bapak penarik becaknya. Akhirnya setelah turun ngga jadi bayar Rp. 7000 deh (ya dilebihkan sedikit laah).
  • Bawa obat-obatan pribadi seperti balsem, minyak kayu putih, obat maag, atau obat diare. Namanya berkunjung ke daerah baru, tubuh kita belum tentu bisa beradaptasi dengan baik. Ditambah lagi kalau daya tahan tubuh gampang drop.
  • Hati-hati dengan urusan perut selama di tempat wisata. Banyaknya pilihan kuliner kadang bikin jadi gelap mata, apa saja diicip. Efeknya ya antara kegemukan temporal (bisa jadi permanen kalau ngga di-maintain), sakit perut, gatal-gatal (karena alergi), sembelit (karena kurang minum dan serat), hingga diare (karena makanan yang ngga bersih). Saya bahkan sempat diare 2 hari setelah kemarin malamnya makan di Angkringan. Wuuih... Itu liburan jadi ngga banget, lagi asik foto-foto perut tiba-tiba melilit dan minta ke toliet!
  • Setelah 2 hari sembelit, di hari terakhir kami cari aman dengan makan di restoran fastfoood. Selain rasanya yang universal alias mudah diterima perut, harganya ternyata jauh lebih hemat jika dibandingkan dengan tempat-tempat makan di sepanjang Malioboro (tau gini dari awal makan di sini aje...)
  • Kalau wisata ke candi wajib bawa: payung/topi, handuk kecil/sapu tangan/tissue, stok makanan dalam tas, dan air minum.
  • Tentang outfit: tergantung musim sih (hujan atau kemarau), tapi di Yogyakarta sendiri cuacanya tidak terlalu panas juga tidak terlalu sejuk. Yang penting pakai pakaian yang nyaman, menyerap keringat, dan sopan (pastinya). Pakai juga alas kaki yang nyaman dan yang memudahkan mobilisasi (masak mau pakai wedges 9 senti??)
Kira-kira itu tips dan trik dari (pengalaman) saya. Semoga bermanfaat... :)

2 comments:

  1. Salam dr Malaysia, boleh cadangkan penginapan (kalau boleh walking distance to pusat membeli belah) , tpt membeli belah yg murah, tempat-tempat yg boleh dilawati cthnya pantai, kaw pergunungan (kalau ada)... terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo tempat menginap di Yogya sendiri biasanya di kawasan Sosrowijayan, persis di samping Jalan Malioboro. Di kawasan ini banyak pilihan untuk menginap mulai dari kelas hotel sampai hostel backpacker. Tempat menginap aku kemarin cukup direkomendasikan, namanya Hotel Merbabu. Kalau beli oleh-oleh sovernir dan kaos t-shirt di sepanjang Malioboro ada banyak. Tapi untuk makanan khas seperti bakpia, gethuk, keripik, dll aku lupa nama jalannya. Tanya sama abang becaknya aja, nanti diantar dan bisa sekalian ditungguin koq.
      Kalau jalan ke pantai aku kurang tau, soalnya cuma jalan ke candi-candi dan nggak sempat ke pantainya :)

      Delete