Saturday, January 12, 2013

Apply Visa India Buat Paspor Indonesia

Berhubung udah punya rencana trip ke India, masalah visa pastinya nggak boleh ketinggalan. Untuk pemegang paspor hijau Indonesia sih sebenarnya sudah bisa mengajukan Tourist Visa on Arrival kalo mau berkunjung ke India, tapi hanya bisa didapatkan di bandara internasional di kota-kota besarnya yaitu New Delhi, Mumbai, Chennai, dan Kolkata. Masa berlakunya terbatas 2 bulan dengan biaya 60 USD, info lengkap cek di sini.

Karena itinerary perjalanan selama di India sudah disusun, jadilah aku dan teman jalanku di India nanti nge-apply visa di Kedutaan India di Jakarta yang terletak di Jl Rasuna Said, persis diseberang Kedutaan Belanda. Setelah browsing-browsing dan tanya sana-sini, ternyata proses pengajuan visa ke India sekarang melalui jalur online. Jadi setiap aplikasi dilakukan sendiri dengan mengisi formulir visa di situs ini, terus di print, dan tinggal dibawa ke Kedutaan beserta dokumen pendukung lainnya.

tampak samping Kedutaan Besar India

Secara umum pengisian formulirnya nggak ribet, tinggal ngisi data-data pribadi, tempat yang akan dikunjungi, dan tempat tinggal selama di India. Cuma ada satu yang agak bikin kita bingung, yaitu ada kolom yang minta Visible Identification Marks. Ini maksudnya apa yahh?

formulir aplikasi visa online
Eh.. Ternyata itu maksudnya adalah ciri-ciri fisik kita yang kelihatan secara kasat mata. Misalnya ada tahi lalat di dagu, bekas luka di kening (spt Harry Potter), rambut botak, bibir (maaf) sumbing, dan apapun ciri khas dari penampilan fisik kamu yang kelihatan. Yang paling umum sih tahi lalat yah, apalagi kalau ukurannya lumayan gede. Beruntung aku punya 2 tahi lalat yang menawan di pipi kiri jadi tinggal diisi "2 moles on left cheek". Sedangkan teman aku yang mukanya muluss dan lempeng-lempeng aja, nigisi "wide ear lobes" yang artinya "cuping telinga yang lebar" *apa coba...?

Setelah fromulir beres, diprint, trus datang deh ke Kedutaan India. Untuk aplikasi visa, buka dari jam 09.00 - 12.00 setiap hari Senin - Jumat. Jangan lupa bawa dokumen pendukung lainnya ya, ini list-nya:
  • Print formulir aplikasi visa yang sudah diisi, ditandatangani, dan ditempeli foto 2x2 inchi background putih/terang
  • Print tiket pulang-pergi ke India
  • Paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan dari dikeluarkannya visa
  • Bukti booking hostel/penginapan selama di India
  • Print rekening koran 3 bulan terakhir (setau aku nggak ada batas minimum harus punya saldo berapa, yang jelas harus cukup untuk meyakinkan kalau kita nggak bakal ngegembel di India)
Oh iya, pengajuan aplikasi tourist visa ini paling cepat dilakukan 2 minggu sebelum keberangkatan. Misalnya berangkat ke India tanggal 17 Januari, aplikasi visa-nya baru bisa dilakukan mulai tanggal 3 Januari. Hal ini mengingat masa berlaku tourist visa kali ini hanya 2 bulan, jadi kalau mengajukan visa jauh hari sebelumnya khawatir masa berlakunya akan habis duluan.  
Begitu sampai di gerbang Kedutaan, kita bilang sama Pak Satpam kalo mau mengajukan visa. Trus Pak Satpam nanya, udah ngisi formulir belum, dan lanjut ngecek formulir kita. Setelah itu pintu gerbang dibuka, kita mengisi daftar pengunjung. Semua tas dan barang bawaan lainnya dititip di pos penjagaan, badan di screening, dan kita dipersilahkan masuk hanya membawa dompet, formulir aplikasi, dan juga dikasih kiucard nomor antrian. Waktu itu nggak rame sih, hanya ada 1 cowo sebelum kami. Dari yang kita dengar, dia ngomong sama petugasnya, "... I will extend to Nepal, so I...." Woah, mau terus ke Nepal nih, hehehe..

Saat tiba giliran, kami menyerahkan formulir dan dokumen yang kami bawa. Petugasnya adalah ibu-ibu India yang mengenakan sari dan bindi di keningnya. Ih... Udah berasa banget nuansa Indianya. Aku rada deg-degan waktu ia bolak-balik dokumen yang kami bawa. Bukannya apa-apa, pasporku masih mulus alias belum ada cap negara apapun. Ini bakal jadi trip overseas pertama buatku. Lain dengan temanku yang udah malang melintang di Asia Tenggara, jadi dia tenang-tenang aja. Nggak lama si ibu nanya, "the traveler only you both?". Kita jawab, "yes maam". Trus nanya lagi, "where will you stay in India?". Temanku jawab, "in Kuldeep Hostel New Delhi, maam. We have attached the booking confirmation here". Mungkin tadi kelewatan kali yah, trus dokumen kita di bolak-balik lagi sambil manggut-manggut. Nggak sampai 1 menit kemudian... "Ok. Go to the next counter for payment"

Yess!!! Bergeserlah kami ke konter sebelah untuk pembayaran, yang kali ini petugasnya mbak-mbak seperti kalo di bank. Kita bayar Rp 492.000 per orang, lalu dikasih copy receipt dan mbaknya bilang, "visanya bisa diambil besok dari jam 4.00 - 4.30 sore ya". Horeee... Alhamdulillah...

Besoknya kita datang lagi dengan penuh perjuangan melawan hujan, melewati jalan yang banjir, ditambah lagi payungku yang patah menambah dramatis perjuangan hari itu. Kita nyampe udah jam 4.20 dan dengan ngos-ngosan lari ke gerbang Kedutaan. Alhamdulillah masih belum telat. Kita ngantri sebentar dan.. voila... this is it!!! (*Farah Quinn mode on)... Visa India sudah menempel di paspor... Yeaaaayyy...

This is it!!!

Wish us luck for our India trip yaaahhh :)

8 comments:

  1. Makasih infonya mbak.. Jadi visanya 60 USD berlaku untuk 2 bulan dan bisa diurus dalam 2 hari ya, Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan USD 60 mbak, tapi Rp 492.000 untuk Tourist Visa yang berlaku 2 bulan yang diurus di Embassy. USD 60 itu untuk Visa on Arrival yang diurus di bandara2 tertentu. Untuk prosedurnya, saya pernah baca klu sekarang sdh sedikit diperbarui, coba browsing lebih lanjut lagi ya. Gud luck :)

      Delete
  2. mbak siti yg baik hatiii,, mau nanya doong.. kalo alamat referensi di india itu harus kita isi? kalo tidak ada bagaimana? makasih yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. haii
      alamat referensi sebaiknya diisi. bisa disi dgn alamat hostel/hotel tempat kamu akan menginap

      Delete
    2. okei.. done.. tapi ternyata aku kesulitan upload foto, setiap saya klik tombol upload yang muncul malah link: indianvisaonline.gov.in/visa/. gimana iniih?? *_*

      Delete
    3. hmm.. kenapa yah...
      coba cek lagi ukuran foto yg diupload dan apakah ada isian yang belum lengkap

      Delete
    4. I got it, Mbak!!! aku nyoba pake visa on arrival, karena ga sempet ke kedutaannya. sempet khawatir siiih..karena i cant imagine how will be, tapi setelah contact ke kedutaan, finally ada kejelasan. next week i am gonna visit kolkata! yeaaayyy!!!

      Delete
    5. yeayy...
      jangan lupa share cerita travelingnya nanti ya..
      take care and happy travel!

      Delete