Thursday, July 3, 2014

REPELITA (1)

Kalo di masa pemerintahan Orde Baru, REPELITA ini diartikan sebagai Rencana Pembangunan Lima Tahun, dimana rencana pembangunan bangsa dan negara dalam lima tahun kedepan dirumuskan. Nah, sekarang gw mau merumuskan... em.. lebih tepatnya menuliskan REPELITA hidup gw sebagai reminder untuk tetap memotivasi diri gw sendiri supaya nggak melenceng dari jalan yang lurus. Ya at least, kalopun melenceng-melenceng sedikit, tujuannya tetap sama baiknya dan harus tercapai, hehehe...

Highlight of 2014
Separuh tahun 2014 sudah terlewati dan  memasuki paruh kedua ini, gw ingin sekali fokus buat memiliki pekerjaan tetap. Juli 2014 berarti tepat 1 tahun dari kelulusan gw di tahun 2013 yang lalu. Jadi selama setahun yang gw sebut sebagai freshmen year, gw belajar banyak sekali tentang what the life is, atau juga bisa dibilang kehidupanlah yang memberi gw banyak pelajaran. Di beberapa bulan awal gw bekerja freelance sebagai asisten peneliti di sebuah RS, biarpun nggak lama sih. Trus lanjut ikutan tes pegawai negeri yang menurut gw consumed too much time. Selama 6 bulan lamaya gw berikhtiar dan digantung sama pemerintah karena hasil yang tak kunjung keluar... akhirnya gw ngga tembus, hehe.. Life goes on...

Trus abis itu gw jadi full-time job seeker yang kerjaannya ngubek-ngubek web dan kirim-kirim job application. Ada ada yang tembus tapi gw nggak bertahan lama di sana, ada juga yang khatam di tahap wawancara, dan kebanyakan berakhir karena tidak adanya jawaban apa-apa, wkwkwk...

Trus sembari mengisi kekosongan, gw ngajak ortu traveling ke Kuala Lumpur, Malaysia. Hadeuh... Dari mana duitnya? Ya kalo urusan duit alhamdulillah gw masih ada koq, kalo buat tiket itu udah gw booking dari tahun lalu. Sayang banget khan gara-gara kesibukan sebagai job seeker gw jadi membatalkan trip bareng ortu.

Nah, trip ini bisa dibilang sebagai salah satu turning point dalam hidup gw. Gw melihat dan merasakan sendiri atmosfir negeri tetangga Malaysia yang makmur dan ugh... jauuuh majunya daripada negeri Indonesia tercintah ini, sekitar 15 atau 20 tahun in advance deh. Jangan marah ya.. Emang kadang banyak friksi dan gesekan antara Indonesia-Malaysia, tentang perbatasanlah, budayalah, dlsb. Tapi gw merasa emang dari banyak aspek kita masih harus lebih banyak belajar dari negeri serumpun kita tersebut. Nggak usah jauh-jauh studi banding ke Eropa, Amerika, dlsb lah. Belajarlah dari yang dekat dahulu, yang banyak kesamaannya sama kita, kenapa Malaysia bisa demikian majunya dan kita bisa demikian terseok-seoknya..?

Selain memberikan impression tentang Malaysia yang maju, trip ini juga memberi bonus kedekatan gw sama ortu dan dari situlah gw, yang dikompori oleh tante yang lagi kuliah di Malaysia, jadi terpikir buat me-restart life plan gw. Apa sih tujuan hidup gw? Just for earning money? Who will take care of my parents? Dan oh ya, sebagai informasi tambahan, ortu gw udah bela-belain merenovasi rumah gede-gedean dengan tujuan supaya anak-anaknya (lebih tepatnya anak-anak gadisnya) bisa menempati rumah tersebut dan tinggal dengan senyaman-nyamannya. So... Gw jadi mikir, what would I do here in Depok/Jakarta? Siapa yang bakal menepati rumah yang udah dibangun sedemikian nyamannya oleh ortu gw? Jawabannya: gw!


Highlight from the trip... Aah... I miss travelling already :'(((

Pulang dari Malaysia trip, kompor yang disulut tante gw jadi meleduk dan kebakaran!! Api semangat gw berkobar-kobar buat ngelanjutin studi di Malaysia. Jadilah selama lebih kurang 4 bulan gw mempersiapkan test TOEFL dan segala keperluan aplikasinya. Tapi... at the very last minute... something went wrong... Kekeliruan gw juga sih... Dan gw baru sadar setelah semuanya disubmit, termasuk biaya pendaftaran sebesar USD30. DENG!!!! Gw langsung lemes, tearing up little bit juga... The possibility to pass shrunk down. Okey. Gw pasrah. This is the reality and I just want to be real. I am back to seek for a job to live my life. Life goes on...

Alhamdulillah Allah membuka pintu rezeki gw dari seorang dosen di kampus, gw jadi diajak ikut di sebuah proyek penelitian. Secara finansial, bayarannya memang nggak gede, tapi entah kenapa gw ngerasa senang dan puas sekali menerimanya. Inilah mungkin aplikasi dari life lesson yang gw dapat selama beberapa waktu jadi job seeker: bersyukur, do not expect for money as the first basis, dan do your best to experience the experiences.

Bulan kemarin gw sempat pulkamp selama 10 hari, sebagai antisipasi buat menghadapi lamaran kerja yang baru yang tahapan seleksinya mepet banget mendekati Lebaran. Melihat ada waktu luang, gw memutuskan buat pulkamp buat refreshing my mind sekaligus menyelesaikan proyek penelitian yang bisa gw teruskan di rumah. Sekembalinya ke Jakarta, gw mengikuti tes seleksi kerja tahap pertama, minggu depannya gw lihat pengumumannya... jeng jeng... gw ngga tembus :'(((. Dan oh ya beberapa hari lalu gw ngecek aplikasi studi gw itu, dan ternyata beneran hasilnya gw masih belum tembus... due to the last minute error... Okey... Life goes on....


Here I am... Fokus buat mencari kerja sesuai dengan latar belakang studi gw dan sejalan dengan rencana gw buat mengambil studi di masa depan. So.. What is my REPELITA..? 

Bersambung to REPELITA (2)

No comments:

Post a Comment