Monday, October 29, 2012

Style Your Scarf

I think it's quite impossible for woman not to talk about fashion and style on her blog. Soo... Here it is...
Just found this pretty lady with her inspiring ways in wearing scarf. 


Well, since I am wearing headscarf in my daily activities, I just modify those a little bit by covering all my hair with the scarf. And it looks gorgeous, really...

Happy styling :D :D !!!

Monday, October 22, 2012

Kalau Anak Disuruh Ngantri Beli Roti...

Suatu hari aku lagi jalan-jalan di sebuah mall di Jakarta. Hari sudah beranjak sore dan sudah saatnya untuk pulang. Mengingat waktu tempuh pulang yang unpredictable dikarenakan macet cet cet-nya Jakarta di sore hari, aku memutuskan untuk mampir dulu ke toko roti untuk bekal di jalan nanti. Eh, setibanya di toko roti, ternyata antri pula. Ya sudahlah, aku langsung masuk ke dalam antrian.

Sekitar jarak 3 orang di depanku ada seorang anak perempuan bertubuh tambun, kutaksir sendiri anak ini kira-kira kelas 4 SD. Aku nggak tau apa yang terjadi saat anak ini berhadapan dengan pramuniaga, tapi yang jelas ia keluar antrian tanpa membawa roti melainkan selembar struk pembelian dan beberapa lembar uang ribuan kembalian dari kasir pramuniaga.

Si anak berjalan menuju sebuah meja dimana duduk seorang ibu bertubuh subur yang kemudian aku tahu adalah ibunya. Entah apa yang digumamkan si anak kepada si ibu, tidak ada hujan tidak ada geledek suara si ibu tiba-tiba meninggi, "Gimana sih dek? Harusnya tanya dong ke Ibuk! Nunggu satu jam gini kita nggak ada waktu!"

Tanpa aba-aba, semua kepala di barisan pengantri langsung menoleh ke si ibu. Tidak berselang 5 detik, kami semua langsung tau duduk permasalahannya setelah si ibu berteriak kepada pramuniaga yang tadi melayani anaknya, "Gimana sih mbak, kita nggak ada waktu buat nunggu satu jam nih". Ternyata si anak baru saja memesan roti, tapi karena belum di oven jadi harus menunggu dulu selama satu jam.

Pramuniaga (dengan muka masam sambil melayani pengantri lain) balas menjawab, "Tadi saya sudah tanya sama si adek, nunggu satu jam nggak apa-apa buk"

Si ibu, "Ya nggak bisa gitu dong mbak, ini anak kecil dia nggak ngerti. Udah gitu pesan 3 lagi"

Pramuniaga, "Kan tadi bilangnya dia mau nunggu"

Si ibu kepada si anak, "Kamu gimana sih dek? Mbok tanya mama dulu dong!"

Si anak, ".........." dengan ekspresi datar (sepertinya sedang menahan lapar)

Si ibu, "Gini deh mbak, kalau ditukar yang lain aja gimana? Saya tambahin nih uangnya"

Pramuniaga, "Nggak bisa ibuk. Ini sudah tercatat di mesin, jadi nggak bisa ditambahin gitu uangnya"

Si ibu semakin geram, "Hiiiiih... Gimana sih ini? Kamu juga! Ditanya dulu dong, ini main pesan aja!"

Setelah ngomel-ngomel sebentar tanpa tanggapan dari pramuniaga, si ibu dan si anak akhirnya meninggalkan toko roti diiringi tatapan seisi toko.

Fiuh...

Friday, October 19, 2012

I Love You

You come into my life | Without asking permission
Then we talked each other | About our stories | About our histories | About our cultures
Sharing our minds | Sharing our feelings

I see something in you | Which makes me stay
I see something between us | Which gives me strength
Counting every second of the day | Until the day we meet

I love you. I really love you.

July, 20th 2012

Monday, October 8, 2012

Inspiring Rancic

Selama masa perkuliahan aku ini memiliki sebuah keluarga yang sekitar 2 minggu atau 1 bulan sekali aku datangi. Tepatnya saudara perempuan ibuku yang aku panggil Mama. Jika weekend ada waktu luang (dan kebetulan keuangan lagi seret) aku pasti pulang ke sana. Beberapa bulan terakhir aku merasa senang sekali, karena di rumah Mama sudah terpasang TV kabel.

Putar-putar channel, aku jadi mulai akrab dengan channel-channel internasional sekaligus kontennya. Seperti kalau gosip selebriti Hollywood itu adanya di E!, kalau cooking channel itu ya AFC, kalau American Idol ditayangkan di Star World, film-film box office di rerun oleh HBO, dan baru kali ini aku tau ternyata Kim Kardashian itu tenarnya karena reality show keluarganya Keeping Up With The Kardashian (KUWTK) di E! (awalnya aku pikir Kim itu bintang film, model, atau penyanyi papan atas, ternyata enggak juga). Waktu itu aku sempat nonton episode Kim dan emaknya yang pergi ke Dubai. Kim pakai kaftan yang membuatnya jadi sesuatu banget deh, soalnya jadi benar-benar kayak Syahrini. Mana naik onta pakai high heels pula.. Whiiy...

Nah yang paling inspiratif bagiku adalah reality show Giuliana and Bill. Awal nontonnya aku berpikir kalau ini just another kind of reality show, yah beda tipis lah dengan KUWTK yang nggak ada isi-nya. Tapi kemudian suatu hari aku nonton satu episode dimana Giuliana nangis-nangis karena bahagia anaknya sudah mau lahir tapi dianya sendiri nggak hamil. Loh apa yang terjadi nih...?

Saat aku pulang ke rumah Mama bulan berikutnya, aku nonton lagi reality show Giuliana and Bill dan beruntungnya waktu itu sedang rerun episode yang lama, jadi aku bisa ngerti jalan ceritanya. Begini.. ehem..

Giuliana Rancic dan Bill Rancic adalah sepasang Hollywood celebrity couple. Giuliana yang berdarah Italia adalah host dari Hollywood infotainment E-News yang tayang di E! dan ia juga seorang red carpet host bagi ajang-ajang bergengsi internasional seperti Grammy Award. Red carpet host ini tugasnya adalah mewawancarai seleb-seleb kelas kakap yang melintasi red carpet yang sangat tersohor itu. Dari beberapa cuplikan yang pernah aku tonton, Giuliana ini berpartner dengan host-nya American Idol, Ryan Seacrest.

Sedangkan Bill Rancic, dari yang pernah aku saksikan dan dari informasi di internet, adalah seorang entrepreneur sukses dan juga penulis buku, tapi aku kurang tau enterpreneur yang bergerak di bidang apa. Pertama kali melihat wajahnya yang ganteng, aku pikir Bill ini kalau bukan model, aktor, ya atlit baseball. Eh... Ternyata dugaanku salah semua.

Giuliana and Bill Rancic (pict taken from Google)

Cerita dimulai setelah Giuliana dan Bill menikah namun belum juga memiliki momongan. Segala daya dan upaya dikerahkan supaya Giuliana dapat mengandung. Mulai dari terapi hormon, ini, itu, dan sebagainya. Di saat sedang semangat-semangatnya berusaha untuk mendapatkan momongan, pasangan ini dikejutkan berita buruk yang bagaikan petir di siang bolong: Giuliana terkena kanker payudara.

Dengan terdeteksinya kanker payudara ini, akan menjadi sangat sulit bagi Giuliana untuk bisa mengandung dalam waktu dekat. Konsentrasi kemudian diarahkan pada pengobatan kanker yang jika dibiarkan berlarut-larut dampaknya bisa menjadi lebih buruk. Dokter mengatakan bahwa kanker ini cukup berbahaya, dan Giuliana disarankan untuk tidak mengandung selama masa pengobatan hingga sekitar 5 tahun kedepan karena akan sangat beresiko bagi dirinya. Wish... Runtuhlah dunia bagi pasangan ini. Disaat-saat mendambakan hadirnya seorang anak, kenyataan berkata lain. Yang harus dilakukan saat ini adalah upaya untuk menyembuhkan Giuliana dari kanker.

Serangkaian pemeriksaan dilakukan, dan kemudian diputuskan Giuliana harus dioperasi. Aku sebagai pemisa yang menyaksikan reality show ini secara loncat-loncat, kurang jelas bagaimana prosedurnya. Tapi dari sumber yang aku baca, Giuliana memutuskan untuk menjalani double masektomi yang artinya pengangkatan pada kedua payudaranya. Wew..! Sebuah keputusan yang luar biasa berani, dan hanya perempuan yang benar-benar tangguh yang rela untuk mengambil keputusan besar semacam itu. Sebagai seorang suami, Bill selalu berada di sisi Giuliana untuk menguatkannya. Suatu kali ia berkata, "... I dont care what you look like, I just want you around for next 50 years".

Dari episode Surgery ini aku mulai menyaksikan secara penuh, bagaimana kuatnya Giluiana dan tulusnya cinta dari seorang Bill kepada sang istri. Selain itu cinta dan dukungan dari kedua orangtua Giuliana yang kebanyakan berkomunikasi dengan Bahasa Italia ini juga sangat menyentuh. Senyum, tawa, dan air mata tak sungkan untuk ditunjukkan. Aku sangat memperhatikan bagaimana Bill menatap Giuliana dengan penuh kasih sayang, begitu juga sebaliknya. That's the really staring of love. Yang tidak kalah unik adalah, bagi selebriti tenar begitu, tidak tampak pengawalan ketat selama mereka di perjalanan hingga di rumah sakit. Bahkan sebelum operasi dilaksanakan, Bill menyetir sendiri mobil yang membawa Giuliana beserta kedua mertuanya. Setelah operasi dilaksanakan pun, mereka berjalan di rumah sakit seakan pengunjung biasa.

Singkat cerita, operasi berjalan dengan lancar. Selang beberapa hari setelah operasi, Giuliana langsung melaksanakan aktivitas dan pekerjaannya. Anehnya, kalau di Indonesia orang habis operasi itu dijaga oleh keluarga, harus istirahat total, tidak boleh bekerja, kelelahan, dan sebagainya, yang terjadi di sana adalah ia langsung beraktivitas (entahlah dengan bule-bule yang lain). Padahal operasi yang baru dijalani tergolong besar.

Selanjutnya disamping melanjutkan setumpuk aktivitas dan pekerjaan (tentunya di dunia fashion dan entertainmemt), pasangan ini masih terus berusaha untuk mendapatkan momongan. Karena Giuliana tidak dibolehkan untuk mengandung dalam 5 tahun kedepan, maka usaha yang dilakukan saat ini adalah dengan metode ibu pengganti atau surrogate mother. Embrio yang berasal dari benih Giuliana dan Bill ditanamkan ke rahim seorang ibu pengganti, yang akan mengandung dan melahirkan si jabang bayi. Metode ini tentu saja tidak semudah yang dibayangkan, karena banyak sekali faktor yang dapat mengakibatkan kegagalan maupun ancaman bagi keselamatan si ibu pengganti.

Setelah menjalani serangkaian proses yang menegangkan, metode ini berhasil. Sang ibu pengganti akhirnya mengandung dan sukses melahirkan buah hati yang sudah sangat dinanti oleh pasangan selebriti ini. Giuliana dan Bill secara resmi menjadi mom and dad bagi putra pertama mereka yang diberi nama Duke.


Giuliana, Bill, and Baby Duke (pict taken from Google)

Menyaksikan perjuangan yang tidak kenal lelah dari kedua pasangan ini sangat luar biasa deh pokoknya. Kalau reality show yang lain sibuk dengan masalah-masalah pribadi hedonis yang nggak penting, yang satu ini sungguh menginspirasi siapa saja yang menontonnya, terlebih para wanita. Giuliana yang berhasil sembuh dari kanker payudara sering menjadi pembicara untuk menceritakan perjuangannya melawan kanker dan meng-encourage para wanita untuk menjadi kuat dan tangguh dalam menghadapi situasi yang sama seperti yang pernah ia alami. Meskipun banyak juga pemirsa yang berpendapat kalau reality show ini termasuk lebay karena they reveal too much things, tapi bagi aku selama membawa kebaikan bagi yang menontonnya nggak masalah kok.

Yang menjadi sedikit masalah adalah they are totally full of love. Melihat tatapan mata penuh cinta Bill kepada Giuliana dan kasih sayang diantara mereka, itu yang bikin jealous (kata Soimah, masalah buat lo..?). Bill dengan setia selalu mendampingi Giuliana, bahkan jika harus berada di tempat yang jauh untuk urusan pekerjaan Bill selalu bilang kalau dia ingin segera pulang. Ah... so sweet banget deh pokoknya. Showing of affection juga nggak segan dilakukan, mungkin karena mereka bule dan bagi orang barat yang namanya pelukan dan ciuman itu nggak pakai malu-malu seperti di sini kali ya. Saat merasa bahagia, mereka tidak ragu berpelukan hingga meneteskan air mata. Saat baru bertemu maupun berpisah, pasti dilakukan dengan ciuman. Itulah salah satu (yang menurut aku) kelebihan dari western people, yang tidak ragu untuk express their feeling through kisses. Kalau bagi kita, adegan seperti itu pasti hanya menjadi konsumsi pribadi dan kalau sempat melihat di tempat umum pasti mikirnya jorok, hehehe. Ya nggak salah juga sih since that's not belong to our norm.

Sebagai penonton, aku senang sekali akhirnya pasangan ini memiliki momongan. Harapanku semoga Duke menjadi anak yang baik, sehat, dan ganteng seperti bapaknya, dan keluarga ini selalu diliputi kebahagiaan serta tetap menginspirasi banyak orang.

God bless you, Rancic Family :)

Thursday, October 4, 2012

Our Next Generation Is Getting Fat (?)

In this past few month, I have been observing kids around my place. It's very easy for me to find kids wearing school uniform which walk in groups since I live in a neighborhood which is near by the kids community like elementary school, kindergarten, small masjid, and local's housing. Luckily, the elementary school itself is located behind my flat. Kid's yelling, teacher's voice, school's bell, national anthem which is sounded every Monday morning in flag ceremony, and every kind of school's noises are my daily playlist. And thankfully, I love them for they always remind me of my sweet childhood memories :)

But... What I have found from my fad observation is quite unpleasant. I have found that most of elementary students today are fat. I did't mean to say obese, but it's crystal clear that from it's appearance that most of them are overweight. Every time I see them walking in group of 4 or 5, at least 2 of them are fat. That's probably nice for some people to see and pinch kid's chubby-fluffy cheeks, but that is not a good indication actually. I am pretty sure that is also happen in another schools out there, particularly in urban area.

In a certain degree, I learn about nutrition, even not the details. What I can say about this is malnutrition, sort of imbalance of nutrition's  intake. Elementary kids are still on their growth age, so they need extra calories for double tasks: for their growth and their daily activities. But growing is not all about calories, growing needs balance intake of calories, vitamins, minerals, water, and also physical activities. What happen today with our elementary kids are excess of calories which come from full-carbo foods, lack of useful vitamins and minerals, lack of drinking pure water since it's been replaced by colored-sweet beverage and soda, and lack of physical activities.

I still remember when I was in elementary, the most favorite games are rubber-rope jumping, kasti (something like baseball), hide and seek, and bola bekel (another Indonesian traditional games using tennis ball). Even all of them are physical games that stimulate our sweat, there's no burden when we play. All we know is that we are having fun. It's so different if we compare with children today which have no more safe space to play those kind of games. Most of them are busy with supplementary course outside school and are not used to play traditional games because the new kind of game has invaded: the screen game. Starts from game-bot, play station game (PS), computer game, cell-phone game, tab-screen game, and every kind of games which only require 2 things: brain and finger.

So pity to see all that have impacted to kid's healthy. Unbalanced intake and unbalanced activities have already made the world is getting fat, day by day. Isn't it?