Thursday, September 20, 2012

Mind's Changing

When I was child, I used to get excellent mark on elementary school. The "1st rank" was my very best friend that always appears in my rapor at the end of semester. I started to think about the future of my education planning. I still remember that once I told my parents, I want to get bachelor degree in Indonesia, then continue for master degree in Japan, and get doctoral degree in USA, just when I was 9 or 10 years old. Become a scientist, who wears white coat and works in smoky labs like Albert Einstein, was my biggest dream.

But now...

They all have gone away...

Yes, thanks God, now I am on my way pursuing my bachelor degree in a university here in Indonesia. What that I really missed is my passion for Japan, US, and another things about continuing my plan for education. It's like nothing left from my innocent childhood soul in pursuing them anymore.

Now, here I am:
Last year in university, busy for doing my practical project, super bored being in classroom for finishing my 6 credits left, still have no idea about what my thesis would be, and... no more interest in scientific objects (like chemists' practice, physics' experiment, and so on)

It's now feeling like I want to run passing trough this time, get my bachelor title, start working, earn money for my own pocket and saving, and travel away to see the world. I would say NO to go straight for master degree because I feel super bored (and my ass pain) sitting in class room. I feel stress being under tension of scientific writing, arranging meeting with my lecturer which is not easy to be caught, attending artificial activities just for fulfilling my CV, and doing things that my heart is not belong to it.

Yeah... That's all for today's thought. But later who knows, since the world stands still.

Sunday, September 9, 2012

Movie Review: Udaan


Berhubung hampir semua review film ini berbahasa asing, kali ini aku review dengan bahasa Indonesia ya :)

Udaan, film India berdurasi 2 jam 17 menit ini bercerita tentang kehidupan seorang remaja tanggung bernama Rohan Singh. Ia dan 3 orang temannya dikeluarkan dari boarding school ternama di kota Shimla, India, karena kedapatan menonton film dewasa di sebuah bioskop pada malam hari. Cerita kerasnya kehidupan Rohan dimulai setelah ia keluar dari sekolah dan kembali pulang ke rumah ayahnya di kota Jamshedpur.

Ayah Rohan, Bhairav Singh merupakan sosok sentral antagonis dalam film ini. Ia adalah orang yang sangat keras (lebih kepada kasar) dan menakutkan. Sesampainya di rumah, Rohan sangat terkejut dengan hadirnya seorang anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun yang menempati kamar tidurnya. Ternyata, bocah bernama Arjun Singh itu merupakan adik tirinya, yang bahkan ia baru mengetahui keberadaannya saat itu. Saat Rohan bertanya, ayahnya hanya menjawab: "Ia adalah adik tirimu. Setelah kematian ibumu aku menikah lagi tapi tidak berhasil."

Rohan kemudian dipaksa untuk melanjutkan kuliah teknik dan bekerja di pabrik besi milik ayahnya. Saat Rohan mengatakan ingin meneruskan sekolah sastra agar bisa menjadi penulis, ayahnya naik pitam dan berkata "kubur dalam-dalam mimpimu untuk jadi penulis". Segala bentuk siksaan mulai dari siksaan verbal, batin, dan fisik diberikan oleh ayahnya. Segala bentuk emosi dan kemarahan selalu ditimpakan kepada Rohan dan juga Arjun, adiknya.

Kehidupan yang keras dan sangat tidak nyaman seperti itu membuat jiwa Rohan berontak, namun ia tidak berani membantah ayahnya secara langsung. Ia melampiaskannya dengan menulis puisi saat berada di kelas dan setelah pulang bekerja dari pabrik, serta merokok dan minum minuman keras. Hal yang membuatnya sedikit ceria adalah saat ia menelepon sahabat-sahabatnya yang sama-sama dikeluarkan saat di boarding school dulu. Mereka tinggal di kota Bombay (Mumbai) dan menjalani kehidupan masing-masing dengan ceria dan bahagia. Selain itu Rohan juga memiliki seorang paman yang sangat baik, Jimmy Singh, namun tidak bisa berbuat banyak dalam menghadapi ayahnya yang kasar.

Konflik batin Rohan mencapai puncak saat Arjun masuk Rumah Sakit akibat siksaan ayahnya. Ia meminta bantuan pamannya, namun apa daya sang paman tidak bisa melakukan banyak hal untuk menyelamatkanya dan Arjun dari kekejaman sang ayah. Hingga pada akhirnya, Rohan berhasil kabur dari rumah dengan membawa Arjun bersamanya. Ia akan  menuju Bombay (Mumbay), tempat dimana teman-temannya berada.  Ada kalimat yang sangat menyentuh saat Rohan berkata kepada pamannya, yang menggambarkan betapa ia ingin sekali meninggalkan kehidupan bersama ayahnya, "Aku akan ke Bombay. Aku akan bekerja di restoran Vikram. Aku akan menulis. Aku akan membersihkan toilet. Namun aku berjanji aku tidak akan datang kembali"

Saat awal menontonnya, memang sedikit membosankan. Hingga muncul sosok sang ayah yang kejam dan jahat, film ini baru terasa mendebarkan dan mengaduk emosi. Mulai dari kasarnya sang ayah sampai lari berkejar-kejaran dengan Rohan, membuat aku ingin sekali melayangkan bogem mentah kepada sang ayah yang tidak manusiawi ini, hehehe. Kalau dibandingkan dengan film-film India kebanyakan, Udaan memang film yang cukup berbeda karena tidak ada yang namanya lagu, tarian, dan kisah cinta-cintaan. Alur ceritanya membuat penonton jadi mikir, dan kalau sedang tidak mood untuk berpikir sepertinya kurang pas untuk nonton film ini.

Sosok Rohan yang sedikit bicara diperankan dengan sangat brilliant oleh Rajat Barmecha. Dan yang tidak kalah menarik bagiku adalah Arjun, adik tiri Rohan yang sangat lucu dan memainkan peranya dengan sangat sangat natural. Samenjak scene pertama kemunculannya, aku langsung jatuh hati, "...ini bocah Indihe lucu sekali....". Selain itu, background music-nya juga sangat menyentuh.


Film yang mendapatkan penghargaan dengan terpilih untuk berkompetisi dalam Cannes Film Festival 2010 kategori Un Certain Regard (A Certain Glance) ini merupakan film India pertama yang berpartisipasi dalam festival film paling bergengsi tersebut selama hampir sepuluh tahun terakhir. Film ini juga mendapat rating yang tinggi pada IMDB.com dengan perolehan skor 8,1/10.

Here are some sneak peek's from the movie







Really worth to watch!!

Friday, September 7, 2012

Borobudur Buddhist Temple

Here are some pictures I have taken when I visited Borobudur Temple on February 2012





Whooaa....
What a huge temple with very beautiful scenery.
It was one of 7 wonders of the world, located in Yogyakarta, Indonesia. But sadly it's not anymore :(

My next destination is....
Probably Taj Mahal, India :)

Wish me a good fortune to visit and take pictures of Taj Mahal, readers.
By the way, wanna give me a ride toward Incredible India ?