Thursday, November 21, 2013

Masterchef

Just found an innocent-old note which I wrote last year to join cooking competition Master Chef Indonesia 2012. Sadly I cancelled to submit this note due to my hectic assignments that time :'(

dulu saya gemar sekali dengan setiap makanan "balado" alias yang pedas-pedas, mulai dari ayam balado, telur balado, ikan balado, dan aneka sambel tentunya. namun setelah 2 tahun belakangan saya pindah ke jawa barat untuk meneruskan sekolah, cita rasa "balado" mulai luntur di lidah saya. sekarang saya malah menyukai masakan-masakan "bening" yang tidak banyak mengandung minyak dan cabai, seperti sayur hijau bening (bayam, kangkung, katuk), sayur asem, pepes jamur, tempe dan tahu bacem. selain itu saya juga menggemari makanan gurih-manis yang baru saya kenal setelah saya tinggal di jawa barat, yaitu getuk dan gandasturi. selera saya tidak macam-macam, tidak ada mekanan yang saya sangat gilai dan tidak ada yang saya sangat tidak sukai.

orang pertama yang mengenalkan saya pada dunia masak-memasak adalah ibu saya. sedari kecil saya sudah sering diminta ibu untuk menolong memasak di dapur karena memang kami tidak mempunyai pembantu. saya ingat sekali sewaktu kelas 5 SD ibu memasak di kompor, dan saya mencuci tumpukan piring kotor di sebelahnya. sembari mencuci piring saya suka memperhatikan ibu memasak, mulai dari cara mengaduk masakan, membalikkan masakan saat di goreng, serta tahap-tahap memasukkan bahan makanan ke dalam kuali. namun saya sering merasa bosan dan capek karena setiap hari harus mencuci piring.hal itu membuat saya menjadi malas-malasan jika dipanggil ibu untuk ke dapur.

kemudian ibu mulai mengajari saya cara menyiangi sayuran, membersihkan lauk (ikan, ayam, daging), dan mengiris-iris bahan masakan. seiring berjalannya waktu tanpa sadar saya mulai fasih berada di dapur, tidak hanya mengolah bahan makanan tapi juga berbelanja ke pasar, memilih bahan makanan yang segar, hingga membersihkan dapur setelah memasak.

walaupun dibesarkan di Padang, namun sejujurnya saya tidak begitu terampil memasak masakan Padang seperti rendang, gulai, asam-pedas, dan sebagainya karena saya memang tidak begitu menyukainya. saya hanya memasak 3 jenis makanan: yang saya sukai, yang orang-orang rumah sukai, dan masakan yang kelihatannya enak yang saya lihat di TV/majalah. saya biasanya memasak masakan rumahan a la Indonesia seperti tempe-tahu goreng, soup ayam, soup sayur, dan aneka tumis-tumisan. di waktu senggang saya juga suka memasak cemilan seperti donat, klepon, bubur kacang ijo, dan lumpia.

masakan saya biasa dinikmati oleh orang rumah, namun biasanya saya memasak cemilan dalam jumlah banyak, kemudian diantar ke tetangga dan ke saudara yang rumahnya tidak jauh dari rumah saya. untuk cemilan, rata-rata respon yang diberikan cukup baik, bahkan ada yang request untuk tambah lagi.

masalah rasa, pada awal kegiatan memasak sendiri di rumah, cukup banyak keluhan karena masakan saya selalu tawar alias kurang garam, dan kadang-kadang kalau masak sayur masih kurang matang (masih keras).

kejadian tidak terlupakan saat memasak...

adalah saat memasak pada bulan puasa. sebenarnya tidak ada yang begitu spesial, namun memasak saat bulan puasa memberikan kesan tersendiri di hati saya karena suasana memasak bersama serta menu-menu manis yang jarang dimasak pada hari-hari biasa menjadi sesuatu yang tidak terlupakan bagi saya.

pertama kali tentu saja dari ibu. ibu mengajari mengolah masakan untuk makanan sehari-hari di rumah. dimulai dari kelas 5 SD saya sudah diajari untuk akrab dengan dapur. kemudian salah seorang tante saya yang mahir memasak juga suka mengajari saya memasak. beliau tinggal di Banten, dan jika pulang kampung ke Padang, sering membawa oleh-oleh makanan yang "asing" bagi kami. beliau juga yang mengenalkan saya dengan bahan-bahan makanan yang saat itu hanya bisa saya lihat di TV, seperti jamur, kulit lumpia, tek-wan, sosis (beliau yang pertama kali mengenalkan sosis kepada saya), sphagetti, bubur ayam, soup ayam, dan makanan-makanan yang tidak pernah dimasak oleh ibu saya sebelumnya.

sekarang setelah saya melanjutkan sekolah di jawa barat, intensitas saya bertemu beliau menjadi lebih sering, karena setiap bulan saya pulang ke rumahnya dan selalu memasak bersama.
untuk saat ini tidak (belum) ada yang saya ubah karena saya memang belum berkarir secara profesional. karena masih berstatus mahasiswa, menjadi profesional dalam bidang kuliner menjadi salah satu pilihan yang cukup serius.

saya ingin sekali mendalami bidang kuliner vegetarian dan kuliner sehat, yang tidak sebatas hanya kuliner Indonesia, Western, Asia, dan sebagainya. namun saya ingin menjadi profesional dalam kuliner sehat dan bergizi seimbang. seperti diketahui bersama, trend kuliner saat ini  adalah yang mengutamakan cita rasa dan penampilan. memang hal tersebut penting, tapi akan jauh lebih penting lagi jika makanan tersebut mengandung gizi yang seimbang dan kalori yang tidak berlebih. karena (nantinya) sebagai koki profesional, kita yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat melalui makanan yang kita sajikan.

menurut saya, saya adalah orang yang indecisive, artinya saya bukan tipe orang yang cocok untuk menjadi pemimpin karena saya tergolong orang yang plin-plan. saya tidak begitu banyak bicara, namun bukan berarti sangat pendiam. saya tidak neko-neko dalam menjalani hidup, menyukai tantangan, namun sayangnya saya bukan orang yang ambisius. saya juga termasuk orang yang cukup disiplin karena saya tidak suka menunggu dan ditunggui orang.

orang-orang terdekat saya menilai saya sebagai orang yang ramah, pengertian, plin-plan, mandiri, berpikiran terbuka, iseng. sebaliknya ada yang mengatakan bahwa saya adalah orang yang cool dan kalem. selain itu juga ada yang mengatakan saya orang yang sopan dan disiplin.

saya lahir di padang, sumatera barat sebagai anak ke 2 dari 4 bersaudara. bapak saya adalah seorang pedagang dan ibu saya adalah seorang guru SD. saudara laki-laki tertua saya sedang menempuh pendidikan di sebuah perguruan tinggi dan kedua adik saya sedang menempuh pendidikan SMA di kota padang.

kami besar di keluarga yang sederhana dan bahagia, alhamdulillah kami bisa mengenyam pendidikan yang baik hingga saat ini dari hasil keringat kedua orang tua kami. secara ekonomi, kami termasuk keluarga dengan ekonomi cukup, tidak pernah kekurangan, namun juga tidak melimpah ruah.

bapak memiliki usaha dagang di sebuah daerah di Riau, jadi beliau tidak selalu tinggal di rumah. 2 minggu di Riau, kemudian 1 minggu pulang ke padang, namun seringkali lebih lama di Riau.

sementara ibu saya adalah guru SD. beliau sudah menjadi guru semenjak sebelum menikah dengan bapak, namun beliau bukanlah seorang pegawai negeri. kedua orang tua kami mendidik kami untuk menjadi anak yang jujur dan penuh tanggung jawab.

saya sendiri lahir, besar, dan bersekolah di padang. selama 12 tahun masa pendidikan SD hingga SMA, tidak ada prestasi yang begitu menyolok. semuanya berjalan dengan lancar dan bahagia.

selepas SMA saya melanjutkan pendidikan ke sebuah perguruan tinggi di jawa barat mengambil jurusan kesehatan masyarakat. berpisah dengan seluruh keluarga pada awalnya sangat berat, namun setelah dijalani, saya mulai terbiasa dan menjadi lebih bertanggung jawab terhadap pendidikan dan kehidupan saya sendiri.

tahun pertama berkuliah, saya tinggal di asrama mahasiswa. di asrama ini, tidak ada fasilitas untuk kegiatan masak-memasak. saya yang pada awalnya terbiasa makan dengan masakan rumah merasa cukup repot untuk beradaptasi dengan masakan kantin.

pada tahun kedua, saya pindah dari asrama dan tinggal di kost-kostan. saya sangat berbahagia karena di kost-kostan ini tersedia dapur yang bersih dan lengkap. saya memang tidak bisa memasak setiap hari karena harus berkuliah, tapi di akhir minggu saya biasa memasak makanan ringan sendiri. yang sering saya masak adalah bubur kacang ijo.

hobi utama saya adalah membaca dan olah raga. untuk membaca, saya tidak memiliki bahan bacaan spesifik karena pada dasarnya saya gemar membaca apa saja terutama koran dan majalah. untuk olah raga, saya gemar lari pagi alias jogging. saya terbiasa lari pagi di akhir pekan dan terkadang saya juga berlari sore. selain jogging saya juga gemar bermain bulu tangkis dan bersepeda.

selain membaca dan olah raga saya juga gemar mendengarkan musik dan jalan-jalan.

1 comment:

  1. hai there salam kenal, saying sekali ya belum jadi ikutan master chef nya :)

    ReplyDelete