Tuesday, March 25, 2014

Aku & Presiden BJ Habibie

Hari Sabtu yang lalu aku nonton TV One yang mewawancarai Pak BJ Habibie secara ekslusif terkait hilangnya Malaysian Airlines MH370. Pak Habibie dengan semangatnya yang khas menjelaskan teori tentang pesawat terbang serta analisisnya terhadap kemungkinan yang terjadi pada MH370 yang saat itu sudah 14 hari menghilang namun belum ditemukan (yang akhirnya kemarin malam PM Malaysia secara resmi menyampaikan bahwa penerbangan MH370 berakhir di Samudera Hindia bagian selatan. Innalillahi wa innalillahi rojiun... Al Fatihah).

Aku sudah mengenal nama Pak BJ Habibie dari SD sebagai Presiden RI ketiga yang menggantikan Presiden Soeharto. Namun menginjak SMA, aku mulai mengenal Pak Habibie sebagai seorang ilmuan ahli pesawat terbang. Aku ingat sekali guru fisika di SMA-ku pernah menjelaskan bahwa Pak Habibie adalah penemu sebuah teorema fisika tentang sayap pesawat terbang yang kemudian diabadikan dengan namanya. Waah... aku jadi semakin kagum dan mengidolakannya.

*******

Hari ini aku mengunjungi Toko Buku Gramedia. Hanya ingin liat-liat aja, nggak ada niat beli apa-apa secara ekonomi lagi labil, yang mengakibatkan kontroversi hati kepada konspirasi kemakmuran *apasih*

Eh... tapi ngeliat Tabloid Nova covernya Dude Herlino dan Alyssa... akhirnya jadi beli deh... harganya Rp 6.000. Setelah bayar di kasir, aku melihat sebuah buku dengan gambar Pak Habibie mengenakan topi. Kayaknya buku baru nih.. Aku jadi tertarik dan membolak-balik halamannya terus membaca skimming selama lebih kurang 10 menit. Kulihat harganya, Rp 86.000. Hmm... Beli nggak yah...? Ekonomi lagi labil gini... tapi... Ah.. Beli deh! Sebagai pengingat buat terus semangat.

Pak Habibie, Presiden Indonesia kesayangan dan kebanggaanku

Sampai di kosan buku yang berisi gagasan (atau wejangan) Eyang Pak Habibie untuk generasi penerus bangsa ini langsung kulahap sampai habis. Selepas membacanya, batin jadi terasa semakin tenang dan semangat untuk melanjutkan pendidikan. Ada dua gagasan Pak Habibie yang sangat mengena bagiku, yaitu tentang pentingnya pendidikan dan peran seorang ibu (perempuan) dalam membentuk karakter anak-anaknya sebagai generasi penerus bangsa. Dan menurutku, buku ini sepantasnya wajib jadi bahan bacaan untuk anak-anak SMA dan mahasiswa saat ini supaya nggak tersesat di arus globalisasi, matrealisme, hedonisme, dan euforia sosial media.



******
Sekitar dua tahun yang lalu, di timeline Facebook, seorang temanku mengupload foto dirinya lagi bersalaman dengan Pak Habibie di sebuah acara. Aku iriii sekali melihatnya sampai pengen nangis! *lebay*. Ah... Ingin deh... sekali aja, ketemu dengan mantan Presiden RI yang paling kubanggakan ini buat foto dan tanda tangan buku-ku. List tokoh-tokoh yang aku ingin ketemu dan berfoto bareng jadi bertambah satu:
- Andrea Hirata --> penulis
- Bara Pattiradjawane --> chef
- Shah Rukh Khan --> aktor
- Saina Nehwal --> atlit badminton
- Diana Rikasari --> blogger
- Pak BJ Habibie --> presiden Indonesia ketiga, ilmuwan

Semoga satu persatu bisa segera tercapai. Amieen...

No comments:

Post a Comment