Just watching this commercial on a TV program and I totally agree with it!!!
Sometimes..., okay... most of the time when I dress up in front of the mirror: swiping some powder, putting lip coloring onto my lips, etc, I mostly ends it up with smiling just by myself. As I am ready to step out of my room, just within second, I unconsciously try to "neutralize" all of them, trying to tone down everything that I just put on. Oh My God... What's going on with me..? I do want to be looking nice and pretty but in contrary, I feel like a slightly guilty to seem like I do put some efforts to it. What a pity, right?
I guess... It's bcoz I am too shy... or in the right words: I have a rather low self-esteem... and yes, I admit that I am lack of confident in wearing things that make me up. You know what I mean, lah...
But after watching the this ad... I feel like waking up and my confident level rising up. There's nothing wrong in appearing nice and pretty, isn't it? And to achieve it, one has to put "confidence" on the first basis. Once confidence is there, no more doubt or fear of swiping more powder, trying new hijab style, or even wearing red lips. Am I right?
Thanks Olay for waking me up to go out confidently with the best version of me.
And oh ya, I have been using Olay's moisturizer for almost 5 years now and I really love it!
Kali ini aku akan memberi review tentang pasta gigi baru yang kubeli awal bulan ini: Systema Nano.
Awal mula belinya sih karena.... ekonomi lagi labil!!! wkwkwk
Secara diriku adalah konsumen setia pasta gigi Enzym sejak dua tahun terakhir, akhir bulan kemarin pas lagi belanja groceries pasta gigi Enzym kebetulan lagi gak diskon (sekitar Rp 20.000-an) dan disebelahnya Systema Nano udah nangkring cantik dengan harga kurang dari separuh Enzym (sekitar Rp 8.000) dan isinya lebih banyak 20 gram pula.
Here is the review...
VS
Diklaim sebagai pasta gigi dengan butiran nano-kalsium yang bisa menutup lubang-lubang mikro di gigi, pas gosok gigi emang beneran berasa ada butiran-butiran gitu....
Awalnya rada asing gitu sama butiran2 yang berasa pas lagi sikat gigi itu, tapi setelah beberapa kali gosok gigi udah nggak berasa lagi tuh, mungkin udah terbiasa kali ya..
Rasa mentolnya cukup kuat dan oh ya... busanya banyak banget... Karena sebelumnya udah terbiasa make Enzym sikat gigi tanpa detergen kali ya... sekarang dengan Systema Nano ini aku gosok giginya jadi tiga ronde: sikat-kumur, sikat-kumur, dan sikat-kumur sampai busanya bener-bener hilang.
Beberapa hari di awal, setelah gosok gigi tuh jadi suka ada kayak apa gitu... semacam lendir gitu di bagian dalam mulut dan ujung bibir, tapi nggak banyak sih. Jadi inget sama pasta gigi Close Up, yang dulu aku suka pake, setelah gosok gigi mulut jadi suka ada lendir gitu.
Kesimpulan
Secara harga Systema Nano cukup terjangkau. Secara khasiat yang katanya bisa menutupi lubang-lubang mikro di gigi sih... belum tau deh. Dan untuk membuktikannya memang perlu waktu sih..
Secara kualitas pemakaian... busanya berasa banget dan gigi jadi berasa keset juga. Cukup beda dengan Enzym yang nggak berbusa dan nggak bikin gigi berasa keset sehabis dipakai.
Saran
Hmmm... Kayaknya kalo punya duit bakal balik ke Enzym lagi dech... hehehe..
Daan... Oh iya.... Don't forget to do this sebelum membuang produk-produk harian kamu... supaya nggak dioplos sama tangan-tangan tidak bertanggung jawab gitu... Okey...?!
Jadi hari itu, aku lagi after duty from tutoring privat anak SD kelas 6 buat menghadapi ujian nasional. Tutoring mulai dari jam 5 sampai jam setengah 7 trus pulangnya jalan kaki keluar komplek perumahan. Ya... elit gitu deh perumahannya... Di belokan yang rada remang-remang dan menyeramkan aku ngeliat kucing unyuuuu banget... Badannya gemuk, bulunya lebat, ekornya panjang, hidungnya pesek, warnanya putih abu-abu gitu... Kayaknya kucing Persia atau Anggora dech, nggak mungkin kucing kampung. Aku tegur dengan bahasa kucing seadanya "pusss... pusss... meoooww... meoooww" tapi dianya malah menjauh dan ngelirik aku dengan ekspresi waspada gitu... Sempat terlitas di pikiran, eh ini kucing unyu apa kabur dari rumah ya... koq sampai berkeliaran malam-malam gini... aku ambil aja apa... masukin tas trus dibawa pulang, hehehe... Ya udah dech selamat tinggal kucing.. jangan lupa pulang ke rumah yaa...
si kucing imut
Aku jalan lagi dan dari jauh ngeliat lagi anjing lucu berbadan kecil... kalau ini kayaknya jenis Chihuahua soalnya sering liat di TV. Pas aku udah dekat, dia nyalakin.. "grrr... gukk gukk grrr...". Eh copot!!! Aku kaget dong..
si tersangka pengejar
Nggak taunya... dia mendekat dan nyalak makin kenceng, "GUKKK!!! GUKK!!!" Aku refleks langsung lariiiiii.... Eh... emak... dia malah ngejar.... "Ttoloonggg...!!!". Pas di depan ngeliat pak satpam lagi lewat pake motor... "Pak satpaaammm.... Tolooonggg...!!!!", tapi sial Pak Satpam nggak dengar teriakan aku... "GUKK!!! GUKK!!! GUKK!!!" Aku lari making kencengg.... Ehh.. Di depan ada anjing lagi... badannya juga kecil tapi agak gedean dari yang sekarang lagi ngejar... tipe-tipe Hachiko gitu... nggak kalah unyu-unyu... Eiits... Kalo dia juga ikutan ngejar gimana... haduhh... tamat deh riwayatku....
hachiko yang baik
"GUKK!!! GUKK!!! GUKK!!". Pak satpam udah menjauh... eh tapi alhamdulillah si Hachiko diem aja cuma ngeliatin...
"Guk... Guk... Auffttt... Aufft..." Suara si Chihuaha makin mengecil... Aku liat ke belakang... Alhamdulillah... dia udah berhenti... capek kali ya... trus jadi ngeliatin aku gitu... "Hoshh... hoshhh... hoshh...". Legaaa.... Aku berhenti sebentar, ngatur napas sama detak jantung dulu... Fiuhh.... Begini toh rasanya dikejar doggy -,-
What is the most satisfying feeling for a woman when she does shopping?? Winning a bargain for a stuff with the lowest price. I found this message on my FB's timeline this morning and it suddenly wakes me up to practice bargain wisely in the future.
Many people say that I am a simple person and yes... I cannot find words to deny that. I really think that I am a simple kind of person, I mean, I do love to live a basic, non-complicated life just like in the era of 1990's hehehe... Okay... Some few years ago, I used to spend money on unworthy stuffs... but now every time I have money I simply spend them on my basic needs and put into my saving.
For example, lets take a look on my choices on these questions:
Kitchen Set or Bags...?
......Hmm... I love both... but... I will vote for Kitchen Set!! My love for cooking and trying new recipe are soo far beyond my love for collecting and stacking bags.....
Food or Make Up Tools...?
......quite dilemmatic... but I really cannot live without FOOD especially the fresh and healthy one. I would love to plant them in my own garden somemore. Check on the FOOD....
Gold Jewelry or Fresh Water...?
......who doesn't love to find treasure of ancient gold jewelry beneath the ground? I would love too!!! but... in this era... I would really love to find the source of clean and fresh water nearby my house coz no one drinks gold for living......
Selamat ulang tahun buat Ibu dan Ayahku tersayang yang ke-49 dan 59 tahun... Pelita kehidupan, sumber kasih sayang dan keridhoan Allah yang tak terputus untuk kehidupanku <3 <3
Semoga Ibu dan Ayah senantiasa berada dalam lindungan dan penjagaan Allah SWT, selalu diberikan kesehatan serta kekuatan untuk badan dan fikirannya, dilimpahkan rizki yang nikmat dan barokah, serta dilancarkan segala hajat dan urusannya. Amien...
PS: Selalu doakan anak-anakmu ya Ibu dan Ayah agar kami menjadi generasi penerus yang ihsan, sukses dalam bidang kami masing-masing, dan selalu tawadhu'. Amien...
Karena sudah berniat untuk melanjutkan studi pasca-sarjana di Malaysia, skor TOEFL menjadi satu syarat mutlak untuk dimiliki. Umumnya hampir semua universitas di Malaysia mensyaratkan skor TOEFL minimal 550 untuk mode paper-based atau 79-80 untuk mode internet-based. Nah setelah aku ubek-ubek web ets.org/toefl, mode paper-based sudah tidak diujikan lagi di Indonesia. Jadi, sertifikat TOEFL resmi yang dikeluarkan di Indonesia adalah TOEFL iBT semata. So here I go...
Menetapkan Waktu, Lokasi dan Cara Pembayaran
Awal bulan Februari, sepluang dari Malaysia Trip, aku mulai sibuk browsing dan cari-cari cara pendaftaran test TOEFL iBT yang paling efektif dan efisien. Waktu itu aku datang ke lembaga International Testing Service (ITC) di Plaza Sentral Jl. Sudirman yang merupakan salah satu lembaga resmi tempat penyelenggaraan tes TOEFL iBT dan juga melayani pembelian voucher test-nya. Di sana dijelaskan kalau biaya resmi untuk mengikuti test TOEFL iBT adalah 175 US Dollar, dikalikan kurs yang waktu itu 12ribu sekian jadinya 2,2 juta Rupiah *menangisss.....*
Setelah menghitung-hitung tanggal, hari, dan bulan baik, akhir bulan Februari aku beranikan diri untuk daftar ikut test TOEFL iBT. Aku kembali mengontak ITC, ternyata harga voucher test-nya masih sama, 2,2 juta rupiah, padahal kurs USD saat itu sudah turun menjadi sekitar Rp. 11.600-an. Akhirnya aku putuskan saja untuk daftar mandiri di situs ets.org/toefl, lalu minta tolong Abang sepupuku untuk bantu bayar online dengan kartu kreditnya, kemudian nanti akan aku transfer sesuai dengan total pembayaran. Alhamdulillah selain dibantu bayar dengan kartu kredit Abang, Mama-nya Abang (kakak perempuan Ibuku) juga turut menyumbang separuh dari biaya test yang totalnya Rp. 2.073.099. Alhamdulillah... Thanks buat Mama dan Abang *hugs*
Aku memilih hari Sabtu/22 Maret sebagai tanggal test dan Kaplan Edupac di WTC Jl. Sudirman sebagai lokasi test dengan pertimbangan tempatnya paling mudah dijangkau serta pilihan lokasi test lainnya mayoritas berada jauh di daerah Jakarta Utara. Satu minggu sebelum hari-H, tepatnya Sabtu/15 Maret, aku datang untuk mengecek lokasi test yang terletak di Gedung WTC lantai 10 itu.
Setelah itu...
Aku memiliki waktu sekitar 20 hari untuk benar-benar mempersiapkan diri mempelajari materi TOEFL iBT secara mandiri. Maka, karena mayoritas kursus persiapan TOEFL iBT sangat mahal dan tidak tersedia di banyak tempat, aku mendownload materi dan contoh-contoh soal dari internet dan mempelajarinya sendiri. Kuakui, effort-ku saat itu kurang maksimal karena dalam 20 hari tersebut ada beberapa hal yang membebani pikiran, termasuk deal dengan sebuah tawaran pekerjaan yang membuatku tidak tidur memikirkannya dan akhirnya dengan terpaksa... aku tolak. Jadi saranku, lepaskanlah beban pikiran terlebih dahulu saat mempersiapkan test TOEFL ini. Stay focus dan konsentrasi pada tujuan: nilai yang setinggi-tingginya.
About The Test: Persiapan, On The Spot dan Tips
Okeh, untuk masing-masing bagian dalam test TOEFL iBT ada baiknya aku jelaskan satu per-satu: 1. Reading
Sesi ini terdiri dari 3 artikel yang panjaaaang sekali dan masing-masing artikel memiliki 14-16 pertanyaan. Total waktu untuk sesi Reading adalah 60 menit, berarti sekitar 20 menit untuk setiap artikel. Kita bisa melongkap jawaban yang dirasa sulit dan kembali mengoreksinya kalau waktu masih tersedia. Persiapan: Aku mendownload contoh soal TOEFL Preparation dari ETS, aku print, trus aku kerjakan dengan mengeset stopwatch 20 menit. Hasilnya dari beberapa kali trial: paling banyak hanya betul setengah dari jumlah soal, waktu 20 menit aku rasa sangat kurang... dan akhirnya... aku jadi malas melanjutkan latihan ini... *jangan ditiru* On the spot: Di sesi pertama test ini jantung masih berdegup kencang dan aku terus saja melirik pada stopwach yang tertera di layar. Aku coba fokus membaca paragraf demi paragraf artikel dan menjawab soal-soalnya. Untuk dua artikel pertama, aku kerjakan dengan membacanya sampai habis lalu menjawab soal-soalnya. Namun untuk artikel terakhir, waktunya tinggal 17 menit. Aku mulai ngawur dan meng-skimming satu per-satu paragraf lalu lompat ke pertanyaan. Mana ada pertanyaan di artikel kedua yang belum dijawab... duh... Waktu tinggal 48 detik, aku kembali ke pertanyaan yang tadi ditinggalkan, baca lagi paragrafnya, lalu mengklik jawabannya... Klik. Waktupun habis, layar komputer berganti. Fiuhh... Terus terang diantara semua sesi, aku paling pesimis dengan sesi Reading ini :'( Tips: Latihan, latihan, latihan! Be curious tentang topik bacaannya. Simulasikan diri dengan mengerjakan soal-soal Reading dengan waktu 20 menit per artikel dan temukan gaya pengerjaanmu yang paling efektif, apakah dengan membaca seluruh artikel sampai habis, ataukah dengan meng-skimming.
2. Listening
Sesi ini terdiri dari 2 sampai 3 percakapan antara dua orang (antara sesama teman kuliah, antara dosen dengan mahasiswanya) dan 4 sampai 6 ceramah (lecturer) dari seorang dosen. Masing-masing percakapan dan ceramah memiliki 5-6 pertanyaan, total pertanyaannya aku nggak menghitung sih. Persiapan: Sama seperti sesi Reading diatas, aku mendowload contoh-contoh soal dan berlatih dengan mendengarkan audio percakapan dan lecturer secara online. On the spot: Aku sangat menikmati setiap audio yang diujikan karena suaranya sangat jelas dan intonasinya sedang. Tidak seperti sesi Listening pada 2 kali test TOEFL ITP yang pernah kuikuti sebelumnya (tahun 2011 dan 2013), dimana nilaiku selalu rendah pada sesi ini. Pembelaanku saat itu: audionya (kasetnya) nggak jelas karena menggunakan satu tape sentral dan ngomongnya terlalu cepat. Untuk test iBT ini, masing-masing peserta memakai headset yang bisa disesuaikan volumenya serta disediakan kertas dan pinsil untuk mencatat poin-poin penting percakapan. Percakapannya nggak bisa diulangi lagi, dan jawabannya nggak bisa dikoreksi atau direview kembali seperti sesi Reading. Aku cukup senang dengan kualitas audio-nya, tapi sebenarnya nggak begitu yakin dengan jawaban-jawaban yang kuberikan :'( Tips: Latihan, latihan, latihan! Untuk kontennya sendiri, latih dirimu untuk memahami sinonim atau frase-frase English, contohnya: What does the speaker mean by saying "He is really on the ball". Trus juga latihlah kemampuanmu buat mendengarkan ceramah/percakapan sambil mencatat poin-poin penting atau ide dari perkataan seseorang. Memang sih nggak mudah, tapi seenggaknya latihan akan membuat kamu familiar dengan bagian ini.
BREAK
Usai sesi Listening kita diberi waktu break selama 10 menit. Waktu break setiap orang berbeda-beda, tergantung kecepatannya menyelesaikan soal-soal dan apakah dia men-skip sesi direction di komputernya. Saranku sih, sesi penjelasan direction jangan di-skip, hitung-hitung memberi waktu sejenak untuk bernapas.
Waktu break aku manfaatkan dengan minum, makan roti, lalu ke toilet. Sebenarnya di ruang break ada satu kotak Dunkin Donats, tapi terletak begitu aja, nggak ada yang nawarin dan nggak ada yang inisiatif nanyain pula, pada segan kali ya... Yasudah akhirnya donat-donat gemuk itupun pada diliatin aja oleh para peserta, hehehe... Oh iya, waktu itu peserta test ada 14 orang dan sebagian besar adalah adek-adek Chinese yang aku perkirakan murid kelas 3 SMA dan pada ngobrol pake Bahasa Mandarin. Aku juga sempat ngobrol dengan seorang mbak-mbak berjilbab dari IPB yang katanya ingin melanjutkan studi ke Jepang.
3. Speaking
Sesi ini terdiri dari 6 pertanyaan: 2 pertanyaan umum, 4 pertanyaan yang meminta kamu merangkum/menjelaskan kembali sebuah teks, percakapan, sesi lecturer, dan campurannya. Persiapan: Aku mendownload program audacity untuk merekam sendiri suaraku dan mendengarkan kembali hasilnya, apakah pengucapannya jelas, intonasinya terlalu cepat, dlsb. Aku pelajari tipe soalnya, dan mengkondisikan diriku untuk menjawabnya secara lisan dengan waktu yang dibatasi. On the spot: Karena pernah bercita-cita jadi English news anchor, aku cukup enjoy dengan sesi ini, tapi yah gitu deh... Ada beberapa bagian dimana aku banyak "eee..." dan mengulangi kata yang diucapkan. Tips: Latihlah dirimu buat speaking English dengan intonasi moderate dan pengucapan yang benar, mudah dipahami, dan nggak perlu spesifik menirukan aksen tertentu karena masing-masing orang punya ciri khas aksen/dialek tersendiri. Rekam suaramu dan dengarkan kembali, kalau perlu minta orang lain untuk mendengarkan, apakah bisa dipahami atau tidak. Trus latihan buat spontan merespon pertanyaan sehari-hari dengan Bahasa Inggris, contohnya: What did you cook yesterday?; Where will you go today?; atau Tell us how did you meet your best friend?
4. Writing
Ada 2 essay yang harus ditulis pada sesi Writing ini, yaitu integrated writing dan independent writing. Pada integrated writing kita akan menulis essay berdasarkan gabungan antara sebuah narasi dan sebuah percakapan/lecturer, sementara pada independent writing kita menulis essay mengenai pendapat kita terhadap sebuah topik tertentu. Persiapan: Aku mendownload ragam model essay iBT dengan skor tertinggi kemudian menganalisa polanya. Trus aku menonton video di youtube tentang cara mengerjakan Writing di TOEFL iBT. Video yang aku temukan ini sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman kita tentang sesi Writing sehingga kita jadi ada guideline untuk menulis essay agar jadi lebih terstruktur dan nggak nge-blank. Sayangnya aku menemukan learning video ini hanya beberapa hari sebelum hari-H pelaksanaan test, jadi nggak sempat menonton semua materi untuk TOEFL iBT :'(
On the spot: Aku mengerjakan kedua essay dengan cukup lancar, tapi ya gitu deh... Karena struktur essay itu menggambarkan pola berpikir penulisnya, aku yang agak lemot untuk mentranslasikan pemikiran menjadi tulisan ini jadi menghabiskan banyak waktu di bagian awal. Ditambah lagi... Mas-mas disebelah pake melirik-lirik ke layar komputerku segala, yang hanya dibatasi dengan sekat kaca bening transparan seperti di warnet. Konsentrasiku jadi buyar... Bagaimana ini... f$@#!&*#*@!. Akhirnya kubalas aja dia dengan melirik balik dengan tatapan nanar emosi "apa loe liat-liat?!" Tips: Latihan, latihan, latihan! Menulis adalah menyampaikan isi pikiran kita, jadi berlatihlah untuk berpikir runut, terstruktur, salin ke dalam bentuk essay, dan jangan lupa sampaikan satu gagasan utama di setiap paragrafnya. Ambil beberapa contoh soal dan buatlah essaynya, kembangkan dengan penggunaan vocabulary yang beragam, grammar yang tepat, dan kata penghubung yang sesuai tempatnya.
10 hari kemudian...
Tepatnya hari ini, 1 April, sesuai jadwal pengumuman hasil test yang disampaikan di web ETS, aku membuka email dan menemukan inbox dari ETS kalau hasil test tanggal 22 Maret kemarin sudah tersedia dan bisa dilihat di account masing-masing. DEG! Aku takut dan pasrah, harap-harap cemas karena sama sekali nggak ada bayangan tentang performaku kemarin. Selama 10 hari ini aku mengira-ngira.. apakah dapat mencapai 80, atau hanya setengah dari 120, yaitu 60... bisa jadi 92... atau jangan-jangan melampaui angka 100...?
Aku buka hasilnya pelan-pelan, dan menutup layar dengan tanganku... WHATT!?!? 79!
Aku sempat bingung mau bereaksi seperti apa. Aku buka lagi tabel konversi nilai TOEFL dan persyaratan minimum untuk apply di universitas dan beasiswa... Fiuuh... Alhamdulillah... Skor 79 berarti sekitar 550 dalam skala paper-based dan sekitar 6,5 dalam skala IELTS.. Aku bernapas lega... tapi.. yah... itulah hasilnya.
source: Google
Ada sedikit sedih juga sich karena skornya tepat sekali di batas nilai minimum, tapi aku sadar bahwa itulah nilai dari usahaku and I deserve it! Semoga angka 79 ini membawa berkah untuk apply di universitas nanti. Aamiieen... Oh iya, menurut web, sertifikatnya akan dikirim ke alamat masing-masing dan memakan waktu sekitar 4 sampai 6 minggu untuk sampai karena dikirim langsung dari USA.
Kesimpulan:
Bagi teman-teman yang ingin mengikuti test TOEFL iBT, persiapkan dirimu sebaik-baiknya. Latihan, latihan, latihan! Practice, practice, practice! Belajar dari situs-situs seperti Engvid.com, englishclub.com, hotcourses.co.id, youtube, dlsb. If I can, you also can! Just believe in yourself dan jangan lupa berdoa tentunya. Good luck!
Hari Sabtu yang lalu aku nonton TV One yang mewawancarai Pak BJ Habibie secara ekslusif terkait hilangnya Malaysian Airlines MH370. Pak Habibie dengan semangatnya yang khas menjelaskan teori tentang pesawat terbang serta analisisnya terhadap kemungkinan yang terjadi pada MH370 yang saat itu sudah 14 hari menghilang namun belum ditemukan (yang akhirnya kemarin malam PM Malaysia secara resmi menyampaikan bahwa penerbangan MH370 berakhir di Samudera Hindia bagian selatan. Innalillahi wa innalillahi rojiun... Al Fatihah).
Aku sudah mengenal nama Pak BJ Habibie dari SD sebagai Presiden RI ketiga yang menggantikan Presiden Soeharto. Namun menginjak SMA, aku mulai mengenal Pak Habibie sebagai seorang ilmuan ahli pesawat terbang. Aku ingat sekali guru fisika di SMA-ku pernah menjelaskan bahwa Pak Habibie adalah penemu sebuah teorema fisika tentang sayap pesawat terbang yang kemudian diabadikan dengan namanya. Waah... aku jadi semakin kagum dan mengidolakannya.
*******
Hari ini aku mengunjungi Toko Buku Gramedia. Hanya ingin liat-liat aja, nggak ada niat beli apa-apa secara ekonomi lagi labil, yang mengakibatkan kontroversi hati kepada konspirasi kemakmuran *apasih*
Eh... tapi ngeliat Tabloid Nova covernya Dude Herlino dan Alyssa... akhirnya jadi beli deh... harganya Rp 6.000. Setelah bayar di kasir, aku melihat sebuah buku dengan gambar Pak Habibie mengenakan topi. Kayaknya buku baru nih.. Aku jadi tertarik dan membolak-balik halamannya terus membaca skimming selama lebih kurang 10 menit. Kulihat harganya, Rp 86.000. Hmm... Beli nggak yah...? Ekonomi lagi labil gini... tapi... Ah.. Beli deh! Sebagai pengingat buat terus semangat.
Pak Habibie, Presiden Indonesia kesayangan dan kebanggaanku
Sampai di kosan buku yang berisi gagasan (atau wejangan) Eyang Pak Habibie untuk generasi penerus bangsa ini langsung kulahap sampai habis. Selepas membacanya, batin jadi terasa semakin tenang dan semangat untuk melanjutkan pendidikan. Ada dua gagasan Pak Habibie yang sangat mengena bagiku, yaitu tentang pentingnya pendidikan dan peran seorang ibu (perempuan) dalam membentuk karakter anak-anaknya sebagai generasi penerus bangsa. Dan menurutku, buku ini sepantasnya wajib jadi bahan bacaan untuk anak-anak SMA dan mahasiswa saat ini supaya nggak tersesat di arus globalisasi, matrealisme, hedonisme, dan euforia sosial media.
******
Sekitar dua tahun yang lalu, di timeline Facebook, seorang temanku mengupload foto dirinya lagi bersalaman dengan Pak Habibie di sebuah acara. Aku iriii sekali melihatnya sampai pengen nangis! *lebay*. Ah... Ingin deh... sekali aja, ketemu dengan mantan Presiden RI yang paling kubanggakan ini buat foto dan tanda tangan buku-ku. List tokoh-tokoh yang aku ingin ketemu dan berfoto bareng jadi bertambah satu:
- Andrea Hirata --> penulis
- Bara Pattiradjawane --> chef
- Shah Rukh Khan --> aktor
- Saina Nehwal --> atlit badminton
- Diana Rikasari --> blogger - Pak BJ Habibie --> presiden Indonesia ketiga, ilmuwan
Semoga satu persatu bisa segera tercapai. Amieen...
Assalamualaikum guys...
I just changed my blog's layout (again...). Hope it looks nice and more cheerful :)
Btw the list of blogs I subscribe cannot be displayed... I wonder if there is something wrong in my HTML or blogger's gadget setting... Any idea guys?? If there is any, kindly leave comment below ^__^
Oh yaa... I am gonna take an iBT TOEFL Test on Saturday (22/03). Wish me get a high score guys :)
Checked my email this morning and I found that someone very very far away is in need for my assistance... hehehe...
Just kidding... It is just a part of my spam actually...
And also guys... Always beware of spamming messages on FB. I give you an example based on what I found in my FB inbox several month ago:
PLEASE!!!! Don't be GE-ER instantly after reading this kind of message. This is pure SPAM and one of the common mode in FB. That time I checked on the so-called US troop's FB page and I frankly said that it seemed pretty reliable. Surprisingly enough, I also had 1 mutual friend with him: my high-school female teacher. So, I decided to reply this innocent way:
Soon after... I got this heart-warming life story of the troop...
I couldn't help myself not to laugh... But really... this is just pure spam and pretty common in FB.
I checked my inbox again after couple days and I couldn't see the troop's FB page (the user name is supposed to be in blue, now it is in black so that I couldn't open the page. The profile picture had been changed somemore).
So guys... Always be aware of spamming. It can be funny or heart-warming sometimes but still, it is just a SPAM.
Hi guys... I am coming with update from the past 1 week. You know, I am subscribing to a video blog (vlog)- itsjudyslife-a beautiful family that posts their life activities daily on youtube. On 7 March, Judy just gave birth to twin baby gurls! It is such a wonderful experience to watch every single episode of itsjudyslife. I learn so many things that are barely taught in school or college; about being generous, honest, humble, healthy, expressing your thought and feeling in honest way: laughing out loudly, tearing up shamelessly, being care to parents, family and friends, loving your other half wholeheartedly, educating kids, and most importantly cherishing (and documenting) every moment in life.
And lastly, I am so saddened by the incident of Malaysian Airlines last Saturday. May Allah lead the way to immediately locate and save the jet and the passengers. Ameen.
It is my Malaysia trip along with my parents. I initially had no idea what would it bring until the memorable 4D3N I spent with them really made me wanna take a U-turn in my life's direction.
During the Malaysia trip with my parents, I got some break from seeking for job which made me getting closer to them. I am so happy to see how excited my parents waved at me on the arrival's gate at LCCT Kuala Lumpur. I am so glad seeing how happy my dad taking pictures with his old Nokia mobile phone in every spot we visited. I am so delighted to see my mom passionately hopping from one shop to another along with my aunty and purchasing some beautiful fabrics. Most of all, I am so touchy with the nice moment I had with mom at night. After being so tired of walking and shopping a whole day, we still couldn't sleep early at night. We just lying in bed and talking about this and that. She was the one that dominated the conversation while I being kind-hearted listener. I could clearly see that this is that she really missed since I left home for studying in UI. I didn't come home regularly, even sometime I didn't celebrated Idul Fitri in hometown. It makes her didn't get a good company and quality time with her daughters anymore. No one at home would comment about her new outfit. No one would help her cooking in kitchen.
Immediately, just in 1 second, I was like waking up. I realized how I became so far with my parents lately. I became a very selfish bird who forgot the nest. I was so busy to be cool, to pursue so-called status as a working lady. I totally forgot where I am coming from, my root. I totally forgot the joy of being next to mom, talking each other, going out together, visiting market, spending day in kitchen and cooking together.
Right after the trip, I feel my life in this capital become so flat, even so misery. Just staying here alone and doing things by myself while I could have done something if I were next to her. I really want to go back home but I realize that I still have nothing to stand by myself, I mean, the good asset to live my life. I realize that it wouldn't be bunch of money to start a business, regardless the fact that I have never been good in business.
It is the education. I believe that education is a bridge that may carry me to hometown with the biggest chance of being lecturer in my discipline. So here I am, setting up my direction to continue my postgrad study. I have been learning the route for the university admission and all stuffs about scholarship for the past few weeks... So... wish me all the best to get there!
Mots of all, I am very thankful to Allah for opening my heart to go towards this way, to be back for my parents. He is the One that holding each and every heart, giving hidayah to everyone He desired. Now I am feeling so peaceful in this path which I know will not be easy, but I always pray to Allah to keep me in this track for always devoted to my parents. Guide me in Your way, Allah. Please show me the way and give me strength to go through it. Amien.
After 2 months without certainty about the result of my government job's exam, finally I got it answered this morning.
And I...
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
... didn't pass. Hehehe...
Feeling a bit sad, that's normal. But beyond that sadness I feel such a big relief. Now, I am getting more spiritful to continue my study in Malaysia, something that I had hated before, to take master study. Forgive me ya Allah... Bcoz I once ever hated the idea of continuing education... If my sister read this, I am sure that she would say "Oh... yeah... Once you hate it, now you got to pursue it. That's your karma"
I visited Perpustakaan Pusat UI (UI's Central Library) today and had some random fun with the awesome Mac computer. You know, all the computers at UI's library are Mac, product of Apple. So.. As a Windows user, I embraced myself to have self-pose with the various effects on iPhoto Booth app, hihihi...
*UPDATE*
Due some reasons, I have removed some pictures with unpleasant effects. Thanks!
Just changing main header of the blog... fiuh... It took lots of trial and error to adjust the pixel's wide.
Here it goes for now. Hope it doesn't look too bad.
*UPDATE*
New header is pretty much fixed now. It's the same picture with my facebook's cover photo: the beach of Sikuai Island, Mentawai - West Sumatera. But here, it is simply called siti land, hehehe...
Don't know what to post... and too lazy to write down about myself too.
So here is what I can do, editing pictures and I eventually found out the lack of my photoshop skills.
But here is a bit.. I am heading my drive to continue my graduate school in Malaysia. I wanna take a master in education. Wish me all the best, Ok. Love you!
*UPDATE*
I just changed the blog's layout... And gonna change the main header soon also.
Hi guys. I just updated my blog subscription. Now I am following a blog of a cutie Malaysian gurl, Fatin Liyana. I accidentally stumbled upon her blog yesterday and I instantly love it. She is so comel (cute in Bahasa Melayu) and I guess she is one of the femez Malaysian blogger. I am also in love with the way she mix and matching her outfit, so fresh and so Malaysian.